Foto: Fotosearch
Untuk menghindari video ini makin beredar luas, Kemenkominfo pun berencana menyurati Google Indonesia sebagai pemiliki situs YouTube untuk memblokir video tersebut. Dari video ini, ada satu hal yang bisa kita pelajari, yaitu mencegah anak terkena dampak dari konflik kita dan pasangan. Jika anak melihat pertengkaran kita dan pasangan—apalagi sampai tahu kalau ayahnya selingkuh atau kasar—bukan nggak mungkin reaksinya seperti anak yang digambarkan di video Lelaki Kardus.
Psikolog Rima Olivia pun memberikan beberapa tip bagi kita yang memiliki konflik dengan pasangan untuk meminimalisasi dampaknya ke anak:
1. Jaga kesehatan mental
2. Pisahkan masalah kita dan pasangan dengan anak
Sekesal-kesalnya kita terhadap suami, hindari melibatkan sang anak, misalnya memberitahunya kalau ayahnya adalah lelaki brengsek yang membuat hidup kita menderita. Biarkan si anak tetap menjalin hubungan dengan ayahnya dan memiliki penilaian sendiri.
3. Berikan pengertian
Memang nggak mudah menjelaskan kepada seorang anak mengenai perpisahan kedua orangtuanya. Apalagi, mereka masih belum berpikir secara logis. Jelaskan kalau kita dan pasangan memang berpisah, namun si anak akan tetap bisa menghabiskan waktu dengan ibu dan ayahnya, plus tetap bisa mencintai dan dicintai seperti dulu. Ini penting agar sang anak tidak terlalu kehilangan dan bertanya-tanya. (f)
Topic
#anakdanorangtua