Foto: Fotosearch
Widya – Malang
Saran Irma Makarim
Semua orang sebenarnya sangat menyayangi dan perhatian pada Anda serta anak Anda. Namun, cara mereka menunjukkannya tentu berbeda-beda. Memberikan komentar bisa jadi salah satu bentuk kasih sayang yang ingin mereka tunjukkan. Akan tetapi, peran orangtua dan mertua hanya sebatas mendampingi. Keputusan mengenai pola pengasuhan anak tentu berada di tangan Anda dan suami.
Setiap orangtua dan anak tentu memiliki karakteristik pola asuh berbeda-beda sesuai kebutuhan. Pola asuh yang diterapkan orangtua atau mertua Anda dulu belum tentu sesuai dengan kebutuhan anak Anda saat ini. Meski begitu, tetap hargai komentar mereka dan jadikan masukan untuk meningkatkan kualitas pola asuh untuk anak Anda.
Saran Monty Satiadarma
Jangan jadikan ini sebuah beban. Sebagai orangtua, Anda tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan keluarga. Begitu juga kedua orangtua dan mertua Anda. Sebaiknya Anda tetap fokus pada kebutuhan utama anak Anda. Ini bukan masalah benar atau salah, tapi apa yang terbaik untuk kebutuhan pertumbuhan anak Anda.
Ibu mertua tentu merasa lebih berpengalaman dan tentu memang memiliki pengalaman lebih banyak daripada Anda dalam mengasuh bayi. Oleh karena itu tidak ada salahnya dikomentari dan Anda tidak perlu merasa tersinggung karena diberikan pengetahuan ekstra. Ambil yang positif dari komentar mertua Anda lalu diskusikan dengan suami untuk menemukan pola asuh terbaik sesuai kebutuhan anak. Perkaya juga pengetahuan Anda dengan membaca buku atau mengikuti seminar pengasuhan.
Cara menghadapi ibu mertua adalah dengan mengucapkan terima kasih atas informasi dan perhatian yang diberikan. Anda juga bisa mengajak ibu mertua mendiskusikan pengetahuan atau teori yang Anda dapatkan dari buku dan seminar pengasuhan. Ia tentu bisa memberikan informasi berdasarkan pengalamannya. Menjalankan peran sebagai ibu memang penuh tantangan. Keputusan-keputusan yang Anda ambil tidak selalu bisa menyenangkan banyak pihak. Hargai perhatian mereka dengan bijak. (f)