Family
Aduh, Suami Tak Bisa Akrab dengan Tetangga

3 Apr 2017


Foto: Fotosearch
 
Suami jarang ikut kegiatan di lingkup RT karena jam kerjanya panjang. Kondisi itu membuatnya tidak terlalu akrab dengan tetangga. Belum lama ini, dia marah-marah ke tetangga sebelah karena memarkir mobil sembarangan di depan rumah kami. Padahal, itu bisa diselesaikan baik-baik. Saya malu dengan sikap suami.
 
Tika - Bandung
 
Saran Monty Satiadarma
Sebagai bagian dari masyarakat, Anda dan suami perlu mengembangkan pola komunikasi yang baik dalam lingkungan sosial, terutama di lingkungan tempat tinggal. Sebaliknya, mengembangkan konflik dengan tetangga justru akan membuat Anda dan suami secara bertahap terkucil dari lingkungan. Lingkungan akan beranggapan bahwa Anda dan suami ingin menunjukkan superioritas dan arogan, walau sesungguhnya tidak bermaksud begitu.

Sebaliknya, jika kita menyampaikan sesuatu dengan tutur kata baik, para tetangga juga akan bersikap baik terhadap kita dan tidak merasa tertantang. Hidup bertetangga memang tidak terlalu mudah bagi sejumlah orang karena harus berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan. Namun, penyesuaian diri dibutuhkan dalam segala hal, tidak terkecuali dalam hidup bertetangga.

Baca juga:
Balada Tetangga: Dekat, Tapi Jauh
Advertisement
Kiat Menghadapi Tetangga Usil
Kiat Mewujudkan Happy City

Komunitas adalah lembaga masyarakat yang mengevaluasi tindakan kita. Jika kita merasa tindakan kita benar, tapi lingkungan menganggap sikap kita tidak selaras dengan norma dan etika, maka kita bisa saja memperoleh evaluasi negatif dari lingkungan dan secara bertahap kita akan tersisih. Suami Anda perlu menyadari hal-hal seperti itu.
 
Saran Irma Makarim
Dalam kehidupan sehari-hari, pasti akan ada masalah yang harus Anda dan suami hadapi. Ketika hubungan dengan lingkungan luar mulai terganggu, sering kali pasangan  saling menyalahkan atau mengatur pasangannya sesuai dengan kebutuhan dirinya sendiri. Sikap tersebut tidak akan menghasilkan jalan keluar. Sebaliknya, justru bisa mengganggu hubungan suami-istri.

Sudah waktunya bagi Anda berdua untuk memahami bahwa kebutuhan bersosialisasi  tiap orang itu  berbeda. Tidak semua orang bisa mudah bersosialisasi dengan lingkungannya. Seseorang dengan kepribadian terbuka cenderung bisa melakukannya tanpa hambatan. Tetapi, mereka yang berkepribadian tertutup, biasanya lebih banyak menyendiri dan membatasi pergaulan.

Mungkin inilah yang membedakan sikap Anda dengan suami.  Anda  dengan kepribadian yang lebih terbuka, merasa  cukup nyaman untuk bersosialisasi  dengan tetangga dan merasa senang untuk  melakukan aktivitas bersama. Sebaliknya, suami yang mungkin pribadinya lebih tertutup, memilih untuk membatasi pergaulannya.

Anda  tidak perlu menuntut suami untuk bersosialisasi dengan tetangga. Namun, coba minta pengertian suami untuk bersikap lebih lembut pada tetangga, meski tidak terlalu ingin bergaul dengan mereka. Pengendalian sikap agar tidak berlebihan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan pergaulan di masyarakat. (f)
 


Topic

#Tetangga

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?