Foto: Fotosearch
1/ Untuk menjaga stamina si balita sebelum berangkat, jangan lupa untuk memberi imunisasi, susu, serta obat-obatan.
3/ Saat mengajak anak liburan, tentunya tak hanya senang-senang saja yang mungkin terjadi. Orang tua harus bisa mengendalikan situasi yang mungkin terjadi. Misalnya saja mengantisipasi ketika anak mulai merasa jenuh atau bosan. Maklumlah, untuk mencapai sebuah negara tujuan wisata, bisa butuh waktu lebih dari 2 jam perjalanan. Hal inilah yang harus diperhatikan orang tua, agar kegelisahan anak tidak mengganggu penumpang lain.
4/ Mengusir kejenuhan dalam perjalanan dengan aktivitas yang kreatif. Misalnya, menyiapkan permainan tebak-tebakan seputar kota yang akan dikunjungi.
5/ Lakukan riset terlebih dahulu tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi. Bukan tidak mungkin, anak akan banyak bertanya tentang asal-usul dan sejarah mengenai tempat-tempat tersebut. Jika itu terjadi, setidaknya kita sudah menyiapkan jawabannya. Anak-anak tentunya akan senang jika diceritakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan apa yang mereka lihat. Jika pergi ke tempat berlibur yang memang tujuannya untuk bermain, seperti ke kolam renang atau theme park tidak masalah tanpa riset.
6/ Beri kesempatan anak untuk mendapatkan istirahat yang cukup dan cukup makan selama perjalanan. Jika kebutuhan itu tak diperoleh, maka anak cenderung rewel dan tak bisa menikmati liburannya. (f)