Foto: Fotosearch
1/ Sesuaikan dengan karakter. Bila si kecil pemalu, kursus renang atau menyanyi mungkin tepat untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Tapi, bila ia terlalu aktif atau kurang bisa bersosialisasi, Anda perlu mencari kursus yang bisa menjadi sarana penyaluran energinya dan mendorongnya untuk bekerja sama dalam tim, seperti futsal atau menari.
2/ Tanyakan pendapat anak. Bila sudah mengetahui minatnya, tanyakan langsung kepada si kecil apakah ia mau menekuni suatu bidang. Apabila ia terlihat antusias dan benar-benar ingin menggelutinya, segera daftarkan dirinya mengikuti kursus di bidang tersebut. Tapi, jika ia tak terlalu antusias, jangan memaksanya untuk mengikuti kursus itu.
4/ Siapkan dana khusus. Memberikan fasilitas terbaik untuk anak adalah investasi. Sebaiknya, Anda memiliki bujet khusus untuk membiayai keperluan kursus si kecil agar hasilnya optimal.
5/ Bersikap fleksibel. Namanya juga anak kecil, wajar bila ia tiba-tiba bosan ikut kursus. Bila ia menunjukkan sikap mudah ngambek atau sering mengeluh pusing saat akan berangkat kursus, Anda sebaiknya mempertimbangkan lagi seberapa penting kursus tersebut bagi si kecil. (f)