Foto: Fotosearch
Sebanyak 30 persen responden menyatakan bersedia menerima tawaran gaji lebih rendah asalkan pekerjaan tersebut memiliki banyak perjalanan bisnis. Riset itu melibatkan 12.781 responden di 12 pasar target wisata sepanjang bulan September 2016. Para responden menganggap perjalanan bisnis bukan sekadar tugas dari kantor, tapi sekaligus penghargaan dari kantor dan kesempatan untuk bersenang-senang.
Yang lebih menarik, ternyata tren bleisure (business + leisure) ini bisa djadikan amunisi oleh para pemberi kerja untuk mempertahankan para staf generasi millennial yang sangat mobile, dan kerap disebut kurang loyal. Perjalanan bisnis menjadi salah satu cara pekerja millennial menikmati hidup. Sekitar 49 persen dari responden mengakui mereka memperpanjang perjalanan bisnisnya untuk singgah ke kota atau negara terdekat dalam setahun terakhir.
Nyaris separuh dari responden berusia 18-34 tahun mengatakan mereka telah mengambil kesempatan untuk bersenang-senang dalam kesempatan perjalanan bisnis. Mengingat bujet traveling pekerja millennial masih terbatas, sehingga perjalanan bisnis bisa menambah daftar kota yang mereka kunjungi.
Para responden muda memanfaatkan waktu ini sebagai liburan pribadi untuk menyegarkan diri. Sepulang dari liburan, 60 persen dari para pelancong muda itu merasa lebih produktif dan lebih jernih dalam memandang sebuah masalah.
Meski demikian, tentu saja tren bleisure ini harus memiliki aturan main yang disepakati oleh kedua pihak, baik perusahaan maupun karyawan agar keduanya mendapatkan keuntungan yang sama. Ada perusahaan yang memang tidak mengizinkan hal ini. Sebagian besar durasi perjalanan bisnis sangat singkat, hingga karyawan tak sempat mencoba pengalaman wisata di kota tujuan. (f)
Baca juga:
6 Keuntungan dari Perjalanan Bisnis Singkat
12 Pertanyaan Seputar Business Trip Bareng Bos
Berlibur di Atas Kapal Pesiar, Ini 6 Hal Yang Bisa Anda Lakukan
Topic
#trenkarier, #traveling