Berikut tip dari Meike:
# Jangan ragu menanyakan apa yang diharapkan oleh pengundang melalui pertemuan ini. Dengan demikian, Anda bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin. Jangan sampai tiba-tiba harus terlibat dengan materi pembicaraan yang belum Anda kuasai dengan baik.
Bahkan, ketika pengundang tidak memiliki agenda khusus, melalui interaksi pribadi dan obrolan ringan yang terjadi, Anda tetap memiliki kesempatan membuat ‘etalase’ profil terbaik di mata klien atau mitra. Untuk itu, Anda harus cukup jeli menangkap kesempatan selama obrolan terjadi.
# Jangan juga menjadi terlalu ‘hard sell’ dengan memaparkan berbagai pencapaian karier Anda. Apalagi sampai menanyakan apakah ada kesempatan karier yang terbuka di perusahaan klien. Ini sangat tidak etis, apalagi jika hubungannya antara klien dan provider. Jika tujuan Anda untuk menjajaki peluang karier yang lebih baik, gunakan cara-cara halus dan elegan.
# Pertanyaan pembuka, seperti, “Sedang sibuk apa minggu ini?” bisa menjadi jalan Anda untuk menceritakan proyek-proyek yang sedang berlangsung di tempat kerja. Apa peran Anda di situ dan bagaimana peran ini secara signifikan berkontribusi dalam kesuksesan proyek.
# Jaga sikap. Sehebat apapun pencapaian dan peran Anda di dunia profesional, akan kehilangan arti jika tidak dibarengi dengan sikap personal yang baik. Sebab, banyak perusahaan yang mencari tenaga profesional melalui undangan makan seperti ini. Mereka tidak hanya menilai Anda dari kualitas obrolan, tapi juga dari hal-hal kecil, seperti cara berinteraksi, bahasa tubuh, gaya berkomunikasi, dan bagaimana menanggapi sebuah topik yang dilontarkan. Apakah Anda termasuk orang yang reaktif, sensitif, atau fleksibel, semua bisa terbaca dalam 2 jam jamuan makan ini. (f)
Baca Juga:
Belajar Menjadi Influencer Sukses di Media Sosial
Saat Berjuang untuk Tim, Wanita Lebih Jago Bernegosiasi
Hindari Kecanggungan Saat Business Trip Dengan Lawan Jenis
Topic
#karier