Foto: Fotosearch
Bagaimana jika Anda yang mengalaminya? Berikut tip dari Meredith Fuller, psikolog sekaligus penulis buku Working with Mean Girls….
#Cari informasi
Jika status Anda adalah anak baru, cari tahu dulu standar kelakuan para karyawan plus kebiasaan kerja mereka. Anda bisa memperolehnya dari HRD atau manajer. Jangan-jangan, karyawannya memang dikenal bermulut ‘pedas’ terhadap anak baru. Jika memang demikian, Anda harus menyesuaikan diri. Namun, beri deadline hingga kapan Anda harus bersabar.
#Simpan bukti
#Hadapi!
Meredith mengungkapkan kalau salah satu cara efektif menangani bully adalah dengan menghadapinya langsung, bukan bersikap frustasi. Pertahankan kontak mata, berdiri tegap, berbicara dengan suara jernih, dan bertingkah laku natural seakan-akan Anda nggak sadar di-bully. Di dunia kerja, bully cenderung bersifat verbal tanpa main fisik. Jadi, hadapi dengan percaya diri.
#Ungkapkan
Jika Anda merasa rekan yang mem-bully tidak akan melakukan tindakan nekat, sah-sah saja untuk membicarakan ketidaknyamanan Anda dengannya. Menurut Meredith, kebanyakan orang yang mem-bully tidak ‘sesadis’ penampilannya. Anda bisa memberitahu kalau teriakannya membuat Anda jantungan. Namun, ungkapkan dengan tenang tanpa terkesan mengajak berantem, hehehe.
#Curhat
Terlalu lama memendam kekesalan di-bully akan membuat Anda tertekan. Ceritakan masalah yang Anda hadapi dengan orang-orang yang bisa dipercaya. Idealnya, sih, supervisor atau bos agar dia bisa membantu menemukan jalan keluar. Kalau nggak juga beres, Anda bisa mulai mencari pekerjaan lain agar kesehatan jiwa tidak terganggu.
Topic
#mentalmerdeka