Foto: Fotosearch
Agar nggak terus mengganggu performa kerja kita, minta solusi, yuk, dari ahlinya. Wesmira Parastuti (Mia), konsultan karier dari Wesmira Psychological & Recruitment Services, memberikan jawaban atas beberapa masalah yang sering kita hadapi....
Keluarga sakit
Ibu saya sakit-sakitan sehingga harus bolak-balik ke RS. Berhubung saya anak tunggal, dan ayah sudah meninggal, saya, deh, yang harus mengurusnya. Saya merasa tidak enak pada perusahaan karena sering izin datang siang. Di sisi lain, saya enggan berhenti kerja. Apa yang sebaiknya saya lakukan?
Situasi ini membuat prioritas Anda terbagi dua, antara merawat ibu dan mempertahankan pekerjaan. Memang, sih, ada jenis pekerjaan tertentu yang bisa dilakukan di rumah, misalnya desainer di perusahaan creative advertising. Dalam kasus ini, bos bisa bertoleransi. Berdiskusilah dengannya. Ingat, meski datang terlambat, Anda kudu tetap bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline.
Putus cinta
Saya baru putus dengan pacar. Tanpa kehadirannya, saya merasa kehilangan semangat. Nggak ada lagi, deh, yang mendengarkan saya saat berkeluh kesah masalah kantor. Akibatnya, saya pernah ditegur atasan karena hasil pekerjaan kurang maksimal.
DINA, BANDUNG
Sedih dan kurang semangat adalah hal yang wajar kira rasakan setelah ditinggal orang tercinta. Tapi jangan berlarut-larut, apalagi mengganggu pekerjaan. Jadikan setiap kegagalan sebagai pengalaman berharga. Masih banyak, kok, hal lain yang bisa diraih.
Kalau selama ini sumber kebahagiaan dan semangat kerja Anda berasal dari pacar, artinya Anda harus mengevaluasi diri mengenai pekerjaan. Jangan-jangan, pekerjaan Anda nggak sesuai minat. Keluhan yang sering Anda rasakan bisa jadi merupakan sinyal kalau Anda lebih cocok bekerja di bidang lain. Jika iya, nggak ada salahnya pindah bekerja. (f)
Topic
#performakerja