Dalam dunia kerja yang semakin beragam dan dinamis pasca-pandemi, kolaborasi antar generasi menjadi kunci kesuksesan sebuah tim atau projek.
Namun, perbedaan perspektif, gaya kerja, dan nilai-nilai antar generasi sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Memang, sih, kadang kita tak mau dikotak-kotakkan dalam melihat generasi, entah itu Baby Boomer, Gen X, Milenial, atau Gen Z. Namun, situasi sering berkata lain.
Persepsi muncul karena ini!
Psikolog Maya Sita Darlina menyebut bahwa perbedaan standar bisa menjadi penyebab adanya persepsi antar generasi, dan seringnya menimpa Gen Z, sebagai generasi bontot yang sudah terjun ke dunia kerja (Alpha masih usia sekolah). Padahal, belum tentu Gen Z tersebut berperilaku tidak sopan."Contohnya kalau di kantor ada Gen Z yang gak masuk, Gen Z tersebut mengirim WA sama saja dengan informasi ia tidak masuk. Tapi untuk generasi di atasnya, Baby Boomers misalnya, lewat WA dianggap tidak sopan dan lebih memilih pemberitahuan secara lisan," jelas Maya.
Alasan lainnya juga karena adanya generalisasi. Kejadian yang berulang menyebabkan stereotipe semakin menguat walau nyatanya tidak semua Gen Z bersikap demikian. Dengan begitu, pembenahan diri (baik semangat kerja maupun karakter) harus dilakukan.
"Yang penting, prove the critics wrong. Kalau gak mau dianggap Generasi Stroberi, buktikan," Maya menegaskan. Generasi Stroberi adalah istilah yang sering disematkan pada Gen Z: Kreatif tapi rapuh.
Tips ala Gen Z
Muhammad Iqbal Alif Oktrianda, International Talent Booker and Manager yang juga seorang Gen Z, mengatakan bahwa peluang Gen Z untuk berkolaborasi antar generasi sangat besar.Namun dengan semangat yang masih menggebu-gebu, terkadang Gen Z terkesan sedikit egois. Iqbal memberikan 3 tips yang harus diperhatikan saat berkolaborasi, baik sesama Gen Z maupun generasi lain:
Jangan mengira diri sendiri yang paling inovatif dan kreatif. Perlu diingat bahwa generasi sebelumnya telah memiliki lebih banyak pengalaman.
2. Mau berbagi
Jika ada kesulitan atau ketidakcocokan, jangan takut untuk berbagi dan mengemukakan pendapat.
3. Jaga attitude
Attitude itu sangat penting, dan sayangnya sering diabaikan oleh banyak Gen Z. Jangan lupa untuk selalu perhatikan bahasa dan gestur saat berkomunikasi, terlebih pada yang lebih tua.
Sumber: Sharing Session ID COMM (SSIDCOMM) Gen Z: Prove the Critics Wrong! (25 September 2024)
Baca juga:
Jimin BTS Selama Wamil, Prestasi dan Penampilan Sama Bersinar
Terbaru! Filter dan Latar Belakang untuk Panggilan Video di WhatsApp
Cece Caramel Ungguli Ribuan Peserta, Raih Gelar Juara TikTok Live Gimme The Mic 2024
Ghina Athaya