Foto: Fotosearch
Sebenarnya, memanfaatkan cuti saat badan dan pikiran sudah ’protes’, bukan tindakan bijak. Jika Anda tidak ingin menghabiskan cuti saat cuti itu keluar, tidak masalah. Namun, jangan menunggu sampai badan dan pikiran sudah memberi sinyal lampu merah.
Mungkin, waktu tepat menghabiskan cuti panjang adalah setelah Anda menyelesaikan sebuah proyek besar yang pastinya menguras tenaga dan pikiran. Sehingga, cuti panjang menjadi periode mengembalikan keseimbangan hidup. Tidak masalah memanfaatkan seluruh cuti untuk berlibur, asal memberi waktu beberapa hari untuk istirahat sebelum kembali beraktivitas dan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk kontemplasi.
Baca juga:
- Ini Alasan Anda Harus Menghabiskan Jatah Cuti untuk Liburan!
- Aturan Cuti di Luar Tanggungan yang Perlu Anda Ketahui
- 3 Tanda Anda Harus Segera Cuti
Sebaiknya berliburlah ke 2 atau 3 tempat, yang belum pernah didatangi. Kalau lebih, selain letih karena capek di jalan atau bolak balik packing, kesempatan untuk menggali budaya dan mengenal karakter manusia di lokasi liburan menjadi tidak total. Tinggallah di satu lokasi sekitar 3-5 hari, dan cobalah untuk tidak menyusun agenda acara terlalu padat dan menghindari tour. Enjoy the moment sambil mencoba makanan lokal dan berkenalan dengan penduduk setempat, sekaligus memanfaatkan 5 indra yang Anda miliki. Dijamin, pengalaman yang didapat jauh lebih dalam dan berbekas dibanding sekadar menyambangi segala objek wisata terkenal.
Setiap hari saat berlibur, sisakan waktu 15 menit untuk berkontemplasi. Tanyakan pada diri sendiri: benarkah langkah-langkah karier Anda selama ini sudah bersinergi dengan passion dalam hidup Anda? Dengan begitu, setelah cuti panjang berakhir, bukan hanya otak dan badan menjadi segar kembali, tapi juga kepastian akan rencana karier ke depan. Sebaiknya 3 atau 4 hari sebelum cuti panjang usai, Anda sudah kembali ke rumah untuk membereskan rumah dan beristirahat. Sehingga, saat kembali ke kantor, Anda sudah menjadi manusia baru. (f)
Joanita Roesma
Topic
#TipKarier