Career
Karier Anda Mandek? Ini Waktunya Evaluasi Karier!

14 Nov 2016


Foto: Fotosearch

Sudah sekian lama bekerja masih merasa nggak mantap dengan karier yang kita jalani? Jangan buru-buru mengambil keputusan untuk resign atau banting setir, ah…. Mendingan, nih, lakukan evaluasi karier terlebih dulu. Yuk, simak bocoran dari konsultan karier Emilia Jakob….
 
Kapan?
Evaluasi karier, tuh, perlu dilakukan untuk menilai performa kerja kita. Dengan begitu, kita mengetahui kelebihan dan kekurangan kita. Jika nantinya merasa ingin pindah bekerja atau banting setir, kita pun sudah memahami nilai jual kita.
           
Biasanya, nih, perusahaan memang memberikan evaluasi setahun sekali. Namun, kita nggak perlu menunggu selama itu untuk review performa kerja. Sah-sah saja, kok, melakukannya sendiri sesuai jangka waktu pilihan. Namun menurut Emilia, idealnya, sih, tiap enam bulan sekali.
           
“Enam bulan adalah waktu paling pas untuk mengevaluasi karier. Jika ternyata performa kurang memuaskan, kita pun dapat memperbaikinya hingga akhir tahun. Tiga bulan terlalu cepat karena seseorang butuh waktu untuk berkembang. Sebaliknya, satu tahun terlalu lama untuk evaluasi. Keburu ganti tahun, deh, sebelum mengubahnya.”
 
Bisa sendiri
Ada satu cara mudah untuk menilai performa kerja kita. Misalnya: dengan melihat apakah atasan sering memberi kita tugas. Jika atasan percaya pada hasil kerja kita, pasti, deh, dia rajin memberikan kita proyek. Bahkan, bisa jadi kita melulu yang kebagian. Jadi nggak perlu mengeluh ketika kebagian tugas terus—artinya performa kita dianggap memuaskan!
           
Perlakuan rekan kerja juga dapat dijadikan indikasi. Perhatikan, deh, apakah selama ini mereka sering menanyai pendapat kita seputar pekerjaan. Meski nggak terang-terangan bilang kita cerdas, secara nggak langsung dia menganggap kita kompeten, tuh, dan bisa diandalkan.
           
Advertisement
Dari diri sendiri, kita bisa melihatnya berdasarkan hasil kerja kita selama ini. Apakah seluruh proyek yang ditugaskan atasan dapat diselesaikan dengan baik? Atau justru banyak yang berakhir dengan kegagalan alias bikin atasan kesal? Nggak heran, deh, kita perlu memiliki catatan mengenai tugas-tugas kita selama ini.
                                                                                              
Step by step
Selama ini kita hanya bekerja tanpa pernah melakukan evaluasi karier? Wah, demi kemajuan karier nantinya, kita harus membiasakannya, nih. Berikut langkah-langkah untuk evaluasi karier.
 
  • Tetapkan target
Kita nggak mungkin melakukan evaluasi karier tanpa memiliki tujuan. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan target. Jika bekerja sebagai sales, misalnya, kita bisa menargetkan untuk meraih 100 klien tahun ini. Atau, jika selama ini kita selalu menolak presentasi karena tegang, maka target berikutnya adalah mampu melakukannya dengan mulus.
           
“Intinya, sih, goal di-setting berdasarkan pekerjaan kita, terutama jika ada bagian tertentu yang kurang kita kuasai. Bisa dimulai dari yang simpel. Misalnya, kita mau tampil lebih profesional sehingga bertekad memperbaiki penampilan,” jelas Emilia.
  • Realisasikan
Begitu sudah menetapkan tujuan, lakukan usaha untuk mencapainya. Kita harus tahu hal-hal yang bisa mendukung kita untuk meraih target. Lalu, buat timeline selama enam bulan untuk menentukan deadline dari masing-masing langkah.
  • Evaluasi!
Tiap bulannya kita bisa, tuh, melakukan evaluasi dan melihat apakah cara yang kita lakukan sudah sesuai. Nanti hingga akhir periode, kita bisa menilai, deh, apakah target kita tercapai sesuai harapan. Jika ternyata gagal, cari tahu mengapa ini bisa terjadi dan segera perbaiki agar bisa meraihnya di periode berikutnya.
           
Saat melakukan evaluasi, kita bisa minta pendapat pada atasan maupun rekan kerja mengenai performa kerja kita. Dengan begitu kita ada bayangan—nggak melulu berdasarkan penilaian diri sendiri.
 
Naikkan target
Begitu sudah melakukan evaluasi karier dan mencapai target, jangan cepat berpuas diri. Kalau nggak, karier kita bakal mandek. Nggak usah ragu, deh, untuk terus menaikkan target.
           
Ketika teknik presentasi sudah kita kuasai, misalnya, cobalah meraih target untuk dapat menangani event kantor dengan andal. Begitu merasa sudah menguasai semua hal yang menyangkut job desc kita, kejar target untuk menguasai tugas di luar divisi.
           
“Lakukan bertahap. Setelah mampu melakukan tugas kita dan mempelajari keahlian rekan di luar divisi, saatnya menetapkan target untuk menguasai kemampuan karyawan terbaik di kantor. Setelah tercapai, bandingkan diri kita dengan karyawan dari perusahaan lain. Intinya, terus belajar untuk meraih puncak karier dan terus evaluasi,” jelas Emilia. (f)


Topic

#mengembangkankarier

 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?