Career
Jeli Membaca Lowongan Kerja

31 May 2016


Foto: Fotosearch

Setiap harinya kita melihat belasan hingga puluhan lowongan kerja di internet maupun koran. Tentunya, nih, syarat-syarat yang mereka muat nggak selalu sama. Ada perusahaan yang mengharapkan A, namun nggak sedikit juga yang meminta B.
           
Makanya, diperlukan mata yang jeli, tuh, untuk menangkap maksud dari iklan lowongan kerja. Dengan begitu, kita pun bisa tahu apakah jenis pekerjaan ini memang cocok untuk kita, atau sebaliknya, kita memenuhi syarat atau tidak untuk posisi yang ditawarkan.
 
Wesmira Parastuti (Mia), M. Psi, konsultan karier dari Wesmira Psychological & Recruitment Services, membantu kita ‘menerjemahkan’ iklan lowongan kerja. Baca, deh, sebelum mengirim lamaran kerja….

Syarat:
Pengalaman kerja tertentu
Ada kalanya kita melihat iklan lowongan yang memberi syarat dua tahun hingga 10 tahun (untuk posisi senior) pengalaman kerja. Eits, jangan jiper dulu. Soalnya, nih, ini bukanlah harga mati. Pengalaman kerja nggak harus berupa pengalaman di kantor, tuh.
           
Kita bisa saja memasukkan pengalaman magang atau ‘pekerjaan’ kita saat kuliah dulu. Asal, sesuai dengan posisi yang dituju. Misalnya, kita mengejar posisi jurnalis. Nah, jangan ragu, deh, mencantumkan pengalaman kita ketika menjadi salah satu reporter untuk buletin kampus.
           
“Pengalaman kerja bisa dalam bentuk apa pun selama deskripsi tugasnya sesuai dengan posisi yang dibutuhkan perusahaan. Jadi, si pelamar perlu menekankan kalau dia punya pengalaman dan wawasan yang dapat menunjang pekerjaan yang dilamar,” kata Mia.
           
Lalu bagaimana jika pengalaman kerja maupun magang kita tetap nggak memenuhi syarat? Tenang…masih ada cara, kok, yaitu mencantumkan kekuatan lain yang kita miliki. Jika fasih berbahasa asing, misalnya, jangan ragu menyebutnya di CV. Siapa tahu, perusahaan membutuhkan karyawan dengan kualifikasi ini.
Advertisement
 
Syarat:
Sebutkan gaji yang diharapkan
Seringkali perusahaan meminta kita mencantumkan jumlah gaji yang diinginkan. Kita tentu saja dilema. Di satu sisi, kita cemas perusahaan langsung ilfeel jika kita menulis gaji yang terlalu tinggi. Kalau terlalu kecil, bisa-bisa kita dibayar dengan upah minim.
           
Menurut Mia, jika kita memilih pekerjaan bukan karena alasan ‘yang penting dapat kerja’, mencantumkan gaji merupakan langkah tepat. Dengan begitu kita berpeluang mendapatkan penghasilan sesuai harapan. Jika ragu dengan nilai nominalnya, kita bisa menyebutkan kalau gaji kita negotiable.
           
Agar lebih meyakinkan, sah-sah saja, tuh, untuk mencari tahu standar gaji dari jabatan yang kita incar di beberapa perusahaan. Kita bisa menentukan, deh, apakah standar gajinya sesuai dengan keinginan kita. Di satu sisi, jika kita memang tertarik dengan pekerjaan itu tanpa memedulikan besar gaji, kita pun dapat mencantumkan gaji harapan dengan tepat agar dilirik perusahaan.
 
Syarat:
Memiliki kemampuan berorganisasi
Yap, hampir semua lowongan berharap pelamar punya pengalaman berorganisasi. Sebenarnya, nih, perusahaan ingin mengetahui tiga hal: apakah kita mampu mengerjakan tugas tepat waktu, bisa menyelesaikannya dengan benar, dan dapat bekerja dalam tim.
           
Makanya, tegaskan di surat lamaran kalau kita bisa memenuhi kualifikasi tersebut. Jelaskan di CV mengenai beberapa proyek besar yang sukses kita lakukan. Tapi, jangan mengada-ngada, ya.
           
“Sebaiknya beri keterangan tentang diri kita tanpa dilebih-lebihkan. Deskripsikan tanggung jawab, prestasi dan kekuatan kita agar perusahaan tahu kalau kita memenuhi kualifikasi,” tambah Mia. (f)

 


Topic

#lowongankerja

 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?