Foto: Fotosearch
Keinginan untuk selalu bersenang-senang di tempat kerja mendorong sejumlah perusahaan untuk membangun fasilitas pelepas stres di dalam lingkungan kantor, misalnya fasilitas indoor mini golf, lapangan basket kecil, dan mini café yang sinyal wifi-nya kuat.
Kenapa perusahaan sampai harus mengeluarkan anggaran dan repot-repot mengakomodasi kebutuhan gen C (connected generations, atau gen Y yang berusia di bawah 30 tahun) ini? Karena, gen C akan lebih produktif, jika bekerja di lingkungan yang relaks.
Inilah yang bisa Anda lakukan bagi mereka:
- Longgarkan waktu makan siang. Tiga puluh menit belum cukup bagi mereka untuk senang-senang.
- Buka akses media jejaring sosial. Ide gemilang bisa tiba-tiba lahir dari obrolan singkat dengan teman di dunia maya.
- Biarkan mereka bereksperimen dengan penampilan, asalkan masih dalam batas kesopanan dan kewajaran.
- Jika tidak terpaksa, jangan memaksa mereka lembur. Lembur tidak akan menjadi waktu yang produktif bagi mereka.
- Atur waktu outing atau bikinlah acara seru di luar jam kerja. (Dan hindari ngobrol soal pekerjaan saat outing.)
tapi…
- Sampaikan target individual mereka dan target tim secara detail dan jelas. Dengan begitu, mereka tetap berorientasi pada hasil, meskipun menyelipkan banyak waktu untuk senang-senang.
- Beri tahu konsekuensi yang harus mereka hadapi, jika target tidak tercapai.
- Tentukan tenggat waktu yang harus mereka penuhi.
- Jangan bosan mengingatkan soal deadline.
- Pantau terus progress pekerjaannya, terutama tugas yang bersifat jangka panjang.
- Tetapkan aturan pembatasan penggunaan ponsel saat meeting, karena mereka hanya akan sibuk menatap layar ponsel dan tidak fokus pada proses meeting.(f)