Career
4 Cara Mengatasi Perlakuan Dingin dari Rekan Kerja

5 Apr 2016


Saat baru pindah kerja, tentunya kita berharap bisa beradaptasi dengan baik, termasuk dengan rekan kerja. Masalahnya, bagaimana jika kita bertemu rekan kerja baru yang dingin? Padahal, kita harus bekerja sama dengannya untuk sebuah proyek. Apalagi, di masa awal bekerja ini, cara kita berinteraksi dengan lingkungan dan rekan kerja baru masih dalam penilaian.
Advertisement
 
Jangan keburu berpikiran macam-macam. Sebab, tidak semua orang mampu dengan cepat membina hubungan dengan orang baru. “Beberapa orang kadang mengenakan ‘topeng’ yang sebenarnya bukan cerminan dari kepribadian sebenarnya. Terkadang seseorang tampak kurang bersahabat, jutek, atau kaku pada kesan pertama, namun ketika kita mengenal dia lebih lanjut ternyata dia ramah dan lucu,” jelas Siska untuk tidak keburu menjustifikasi atau mengambil kesimpulan hanya dengan pengalaman sekilas. Berikut beberapa tip mengatasi perlakuan dingin dari rekan kerja:
  • Senyum itu menular maka selalu ucapkanlah salam dengan senyuman tulus.
  • Cari tahu tentang dia dan lakukanlah pendekatan personal di luar topik pekerjaan. Temukan kesamaan dan mulailah dari topik tersebut. Topik yang biasanya mampu mencairkan suasana adalah menanyakan tentang asal daerah, keluarga, anak atau hewan peliharaan kesayangan. Bukalah diri kita dan berbagilah cerita tentang topik terkait.
  • Semua orang senang dipuji, perhatikan apa yang menonjol dari dirinya dan sesekali pujilah secara tulus. Selipkan pujian dalam percakapan secara halus dan hindari kesan “menjilat”. Pujian yang serupa jika diberikan setiap hari akan kehilangan maknanya maka pilihlah waktu yang tepat untuk memberikan pujian.
  • Ada masanya kita sulit masuk ke suatu lingkungan, karena pergaulannya cenderung berkelompok atau ekslusif. Maka, Andalah yang perlu mengambil inisiatif untuk melakukan pendekatan, bukan menunggu untuk didekati. Lakukan pendekatan personal pada salah satu dari anggota kelompok tersebut yang menurut kita paling mudah didekati. Bergabunglah dalam kegiatan-kegiatan informal seperti saat mereka duduk dan mengobrol ketika makan siang atau istirahat. Hindari bersikap “SKSD (sok kenal sok dekat)” dan ikutilah ritme penerimaan mereka. (f)
Foto: Fotosearch
 
 



 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?