Foto: Fotosearch
1/ Intrapreneurship pada dasarnya adalah memiliki insting bisnis untuk melihat berbagai peluang dalam kondisi terburuk sekalipun. “Seorang profesional diharapkan tidak sekadar mencapai target kerja yang sudah ditetapkan, tetapi juga harus memiliki sense of belonging dan jeli dalam mengembangkan unit usaha yang menjadi tanggung jawabnya,” ungkap Fransiska.
2/ Inovasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menciptakan ide atau cara baru demi menangkap peluang pengembangan bisnis yang ada. “Bukan berarti selama ini inovasi tidak dibutuhkan, tapi di tahun mendatang, hal ini makin dituntut dan perlu diasah secara terus-menerus karena perkembangan teknologi makin cepat,” papar Fransiska.
3/ Agility juga tak kalah penting. Kemampuan untuk secara lincah beradaptasi dengan berbagai situasi, terutama dalam menangkap peluang pengembangan, sangat dibutuhkan saat ini. Sebab, globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat memungkinkan banyak hal terjadi. Profesional dengan agility yang tinggi cenderung lebih mampu bertahan dan memberikan solusi terbaik untuk perusahaan.
“Bukan berarti ketiganya tidak penting di tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2017, keahlian ini akan makin dibutuhkan,” ujar Fransiska.
Hal ini ternyata terkait dengan outlook perekonomian dunia yang belum memberikan tanda-tanda peningkatan cukup signifikan. Sehingga, perusahaan dituntut untuk berupaya lebih keras dan bersaing agar dapat bertahan secara global. Dalam situasi ekonomi seperti ini, Fransiska menambahkan, tentu saja dibutuhkan pemimpin dan karyawan yang memiliki intrapreneurship dan agility tinggi, serta harus mampu berinovasi. (f)
Baca juga:
8 Aturan Main Jamuan Makan dari Becky Tumewu
Tantangan Baru Karier di 2017
24 Jam Lebih Produktif, Anda Bisa Bekerja Cerdas di Tahun Baru!
6 Strategi Sukses Merebut Beasiswa dari Abellia Anggi, Peraih 12 Beasiswa dan Fellowship
Faunda Liswijayanti