Stres
Dilansir dari India Times, dr. Meera James—seorang ahli dermatologi, mengatakan bahwa sebenarnya jerawat akan terus muncul jika kita terlalu banyak pikiran dan stres. Stres meningkatkan pasokan adrenalin dalam darah sehingga meningkatkan kadar kortisol yang dilepaskan dalam tubuh lalu mengganggu keseimbangan hormon.
Faktor hormonal
Salah satu faktor utama lainnya yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron yang dimiliki tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (kelenjar sebasea) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
Sebaiknya lakukan hal ini:
1. Selalu cuci wajah sebelum tidur. Pilih facial foam dengan kandungan sabun yang rendah dan tidak ber-scrub karena akan membuat kulit semakin kering. Saat kondisi kulit terlalu kering, jerawat akan lebih mudah menyebar.
2. Pilih kosmetik berbahan salicylic acid agar bakteri penyebab jerawat nggak berkembang biak.
3. Saat ingin menutup jerawat dengan makeup, aplikasikan bedak tabur terlebih dahulu tepat pada bagian yang berjerawat. Bedak tabur akan membantu menyerap minyak pada permukaan jerawat dan sekitarnya, sehingga concealer dapat menempel lebih lama pada kulit.
4. Tidur cukup dan hindari begadang. Peremajaan kulit terjadi saat kita tidur, jika kita selalu merasa lelah, hal yang sama terjadi pada kulit kita.
5. Konsumsi buah-buahan, sayuran serta air mineral yang cukup untuk tubuh. Hal ini akan membantu perbaikan sel-sel kulit dari dalam tubuh menjadi lebih cepat.
6. Sempatkan daily workout, seperti jogging atau freeletic. Jika kita memiliki kadar stres yang tinggi, olahraga meditasi seperti yoga patut dicoba.
Arni Kusumadewi/Rizki Meylisa
Foto: Fotosearch