Sebelum bergabung menjadi keluarga besar Wajah Femina, Putri Ayudya memang telah aktif bermain teater di Teater Psikologi Universitas Indonesia (TekoUI). Tetapi, bisa menjadi salah satu alumni Wajah Femina menjadi investasi tersendiri baginya. Sebab, sebelum ikut Wajah Femina, Putri tidak merasa cukup cantik untuk bisa masuk ke dunia hiburan. Dia juga sama sekali tidak memiliki koneksi di dunia itu.
“Semuanya berubah sejak saya terpilih menjadi finalis Wajah Femina 2008. Saya menjadi lebih percaya diri, karena saya tahu potensi diri. Selama seminggu di karantina, ada banyak sesi pengembangan diri, mulai dari lebih mengenal diri sendiri di sesi psikologi, bagaimana membawa diri dan berbicara di depan publik, sampai berpose luwes dan mengenali angle terbaik saya. Ini sangat membantu saya tidak kaku di depan kamera.”
Lepas Wajah Femina, tawaran untuk pemotretan di luar femina mulai berdatangan, mulai dari model untuk beberapa produk, kepentingan ilustrasi, dan banyak lagi. Saat bersaing di dunia luar, mencantumkan Wajah Femina dalam daftar curriculum vitae menjadi nilai plus. Sebab, mereka tahu bahwa Wajah Femina banyak melahirkan bintang-bintang baru di dunia hiburan. Sehingga, saat casting, Putri lebih dipandang. Perjalanan dia memasuki dunia hiburan merupakan campuran antara kerja keras dan keberuntungan.
Tawaran film serius datang tanpa Putri duga pada tahun 2014. Saat itu dia baru selesai menonton pementasan teater di Salihara. Saat sedang melihat-lihat koleksi barang di gerainya, ada seorang pemuda mendekatinya. Rupanya dia salah satu kru casting sutradara Garin Nugroho. Mereka akan membuat film sejarah dan membutuhkan wajah seperti Putri. Katanya, wajah Putri klasik dan Indonesia banget, ha… ha… ha….
“Kemudian saya tahu, bahwa ini untuk penggarapan film Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015). Saya nyaris tidak percaya bisa bermain di film arahan Garin Nugroho, dan bermain bersama aktor Reza Rahadian. Ini film pertama saya, film kolosal, ada kamera, tim make up, kostum, workshop, bertemu orang-orang besar, dilatih, dibayar, dan nantinya tayang di bioskop! Untuk pertama kalinya saya bisa menunjukkan bahwa seni peran yang saya cintai juga bisa bermanfaat bagi diri saya, kedua orang tua saya, dan banyak lagi. Saya tidak punya alasan untuk bilang tidak!”
Mental Putri benar-benar diuji saat berperan di film ini. ‘Dikepung’ oleh para senior dan sederet nama besar seperti Garin Nugroho, Christine Hakim, dan Reza Rahadian. Mereka semua datang dengan banyak saran terbaik dalam berakting. Sampai-sampai Putri kebingungan, mana yang harus diikuti. Dia memilih go big, or go nothing.
“Jujur, saya masih sering diserang rasa kurang percaya diri. Namun, di saat bersamaan, saya melihat ada sekian banyak orang yang mengandalkan saya, dan percaya bahwa saya bisa. Harusnya, saya juga yakin pada diri sendiri. Lebih baik berani berbuat, salah, dan perbaiki! I’m a newbie. I have plenty of rooms to explore.”
Hingga sekarang ada beberapa film pendek dan film panjang yang Putri bintangi, termasuk Youtube Series (Kisah Carlo). Akhir tahun ini akan tayang film barunya, Mengejar Embun. Sementara, proyek yang sedang berjalan adalah pembuatan film Gila Bule Gila. (f)
Topic
#wajahfemina





