
Foto: CIK
Pemilihan Wajah Femina (WF) 2016 telah memasuki tahap penjurian awal. Pada 7 Oktober lalu dewan juri yang terdiri atas Petty S. Fatimah (Pemimpin Redaksi & Pemimpin Komunitas Femina Media), Anggia Hapsari (Redaktur Pelaksana Mode & Kecantikan Femina), Denny Herlianso (Editor foto Femina), Whulandary Herman (Top 15 Miss Universe 2013 & Pemenang II Wajah Femina 2008), Upi (Sutradara Film), Erwin Parengkuan (Praktisi Public Speaking dan Founder TALKinc), dan Intan Ferisya (F&G) ‘berjuang’ untuk memilih 100 unggulan, sebelum nanti menyeleksinya menjadi 40 semifinalis dan 20 finalis.
Formulir peserta WF terkumpul sejak period April - September 2016. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, peserta kali ini banyak yang berasal dari luar kota Jakarta.
“Sekitar 50%, peserta berasal dari Jakarta. Sisanya, berasal dari kota-kota lain seperti Suabaya, Sidoarjo, Semarang, Ambon, Lhokseumawe, Jayapura, bahkan ada juga yang dari Australia dan Inggris,” ujar Nuri Fajriati, Ketua Penjurian Wajah Femina 2016.
Tujuh juri menyeleksi langsung ribuan formulir yang masuk dengan melihat profil, prestasi, foto, dan kepribadian peserta.
“Dari segi penampilan, peserta WF tahun ini memiliki karakter wajah yang kekinian. Rata-rata juga sudah lebih mahir berpose dan memiliki tinggi badan di atas 170 cm,” ujar Anggia yang juga menjadi juri di ajang WF tahun lalu.
Meski rata-rata perserta WF tahun ini lebih beragam, perdebatan antara juri tetap tak bisa dihindari. Soalnya, setiap peserta memiliki keunikan. Salah satu peserta asal Jakarta, misalnya, dinilai kurang menawan oleh Erwin. Namun, juri lainnya justru menganggap peserta itu punya daya tarik.
“Saya melihat peserta ini punya aura bintang. She has something, yang nantinya bisa diasah. Saya yakin dia akan menjadi seseorang kelak,“ ujar Whulandary, menjelaskan pendapatnya.
Tunggu pengumuman 100 unggulan Wajah Femina 2016 di Femina edisi terdekat, ya! (f)
Topic
#WF2016





