
Wajah Femina sudah memasuki tahap awal seleksi. Dari ribuan peserta, tim panitia pun sudah memilih ratusan calon unggulan. Pada tanggal 19-27 September, para calon unggulan datang ke Gedung Femina untuk melakukan pemotretan dan wawancara sebagai tahap penjurian awal.
Untuk pemotretan, para calon unggulan dirias wajahnya dan memakai baju-baju yang ditetapkan oleh panitia WF. Meski banyak yang baru terjun ke modeling, mereka cukup luwes, tuh, untuk tampil di depan kamera. Demi pemotretan dan wawancara ini, tidak sedikit dari mereka yang memiliki cerita seru.
Rani Rahmawati Sitti Aisah (23) berangkat dari rumahnya di Cimahi, Jawa Barat, sejak pukul 04.30 WIB demi bisa menghadiri seleksi unggulan Wajah Femina 2016.
“Saya ingin mengembangkan sekolah model saya lewat Wajah Femina. Dengan begitu, generasi muda punya wadah lebih banyak untuk mengembangkan diri,” ujar wanita bertinggi badan 171 cm dan bobot 54 kg itu.
Finalis asal Medan, Tiffani, datang ke Jakarta bersama ibunya untuk berpartisipasi. Pemilik tinggi 168 cm dan berat 49 kg ini merasa mantap bisa melangkah ke babak penyisihan 40 besar karena memiliki modal.
“Saya belajar keras untuk menggali kelebihan dan kekurangan saat di bidang modeling agar bisa tampil maksimal. Saya juga bisa menari tarian daerah seperti Tor Tor dan Dairi, serta tergabung dalam komunitas traveling dan teaching untuk membantu anak-anak pedalaman di bidang pendidikan,” ujarnya.
Kita nantikan pengumuman 100 unggulan Wajah Femina 2016! (f)
Betrina Larobu, Cempaka Fajriningtyas, Vini Damayanti
Foto: Betrina Larobu, Cempaka Fajriningtyas
Topic
#WF2016





