Pemilihan Wajah Femina tak hanya membuka peluang di dunia Entertaintment, Modeling atau Presenting. Ini yang dialami Adindara Jelita Setyohadi (27) atau yang biasa dipanggil Dara. Finalis Wajah Femina 2012 ini malah mendapatkan beberapa tawaran berbisnis usai menjadi Finalis Wajah Femina. "Saya tidak menyangka, awalnya saya ikut WF karena sejak kecil memang tertarik dengan dunia modeling & fashion. Saat itu, saya baru lulus kuliah," kenang lulusan Jurusan desainer interior dan arsitektur dari Lasalle College of The Arts Singapura.
Dara sendiri mengaku, punya ketertarikan lebih untuk menjalani dunia bisnis. Beberapa bisnis yang ditekuninya, antara lain, bisnis kuliner yakni Hyde Kemang Restaurant, Japanese street food bernama Maison Tenichi, dengan menu andalan Beef Bowl & Ebi Tempura.
"Selain karena suka makan, saya juga membuat konsep, menata interior, menciptakan ambience dan juga terlibat memilih dan mengatur menunya," kata Dara.
Profesi lain Dara adalah menjalankan ARDS Studio, firma desain interior yang dimilikinya, di mana ia menjadi Creative Director dan desainer. Di bawah perusahaan yang didirikannya itu, timnya mengerjakan proyek interior untuk rumah, kantor, butik, hingga restoran.
Wanita yang hobi melukis ini juga menyediakan jasa Decor & Party Planner serta tableware design. Kesibukan di bisnis seni ini bertambah dengan kesibukan bersama ibunya, Yuli Setyohadi, mendirikan Y & D Fine tableware, berupa painting design untuk koleksi set perangkat makan, serta set cangkir teh. Untuk yang satu ini, karyanya sudah merambah di beberapa hotel di Jakarta, Surabaya, dan Bali!
"Seru juga berbisnis bareng ibu, karena kami sudah mengenal karakter masing-masing. Meski tidak akan bisa cocok 100%, tapi kami selalu berpikiran positif dalam menyelesaikan masalah," papar Dara.
Tak cukup di situ saja, Dara juga berkiprah sebagai Beauty Ambassador Lancome Indonesia, "Kebetulan keluarga saya turun temurun sejak eranya nenek saya, telah menggunakan produk itu. Saya bertugas mempromosikan bahwa produk ini pas juga untuk wanita usia 20-an seperti saya,” tutur wanita yang beberapa kali mengadakan charity event yang hasilnya disumbangkan ke yayasan sosial di bidang pendidikan. (f)
Nursasongko Soegijatno





