14 tahun yang lalu, Andini Effendi menjadi Finalis Wajah Femina 2000, "Saat itu saya sudah tahu, bahwa modelling hanya batu loncatan saya untuk mencapai cita cita sebagai presenter berita"katanya. Cita citanya terwujud ketika lulusan S1 Jurusan Komunikasi Universitas Pelita harapan-Jakarta ini menjadi pembawa berita ternama di Metro TV. Namun hal itu tidak membuat Andini cepat merasa puas. Bertahun tahun mendalami isu nasional & internationalternyata membuat Andini makin haus ilmu dan segera mendaftarkan diri untuk kuliah S-2 di New York University (NYU) & Columbia University.Namun ternyata tidak segampang itu, aplikasi Andini ditolak sampai 3x oleh NYU, untunglah berkat kekuatan networking Andini mendapat pertolongan. Setelah curhat dengan kenalannya, seorang editor harian New York Times, yang membantunya dengan mengirimkan e-mail ke NYU. Keesokan harinya dari pihak NYU menelepon Andini untuk wawancara, dan akhirnya diterima dengan mengambil program Masters in Global Affairs dengan konsentrasi Peacebuilding.
Selain kuliah, disana Andini tetap menjalankan profesinya meliput berbagai berita di USA seperti peristiwa ledakan Bom di Boston, ledakan pabrik di Texas, kunjungan kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Washington DC sampai kenal cukup akrab dengan Sekjen PBB, Ban Ki Moon, yang kerap ditemuinya ketika liputan di New York. Bahkan untuk meraih gelar S2 nya dia harus terbang meliput konflik di perbatasan Irak dan Suriah





