Cara merawat underwear memengaruhi bentuk dan usianya. Foto: Dok. Nipplets

Apa pun baju yang kamu pakai, kamu tentu memakai underwear atau innerwear berupa bra atau sejenisnya, serta celana dalam. 

Seringnya, nih, underwear jadi bagian terakhir yang dipikirkan saat menyusun outfit, meski bra dan celana dalam jadi lapisan paling dekat dengan tubuh. 

Ukuran kurang pas, bahan terasa mengganggu, atau potongan yang tidak sesuai kebutuhan bisa memengaruhi kenyamanan sepanjang hari. 

Masih banyak yang memilihnya hanya berdasarkan ukuran pada label atau model yang terlihat menarik. Padahal, menemukan pakaian dalam yang tepat dimulai dari mengenali tubuh sendiri. 

Melalui pengalaman hampir satu dekade di industri innerwear (lingerie), jenama lokal Nipplets mengangkat pentingnya memahami kebutuhan tubuh sebelum memilih baju dalam. 

Lewat pengalaman BodyLab yang diperkenalkan pada Oktober 2026, Nipplets mengajak perempuan mengenali ukuran, proporsi, serta preferensi material untuk menemukan baju dalam yang lebih sesuai dengan aktivitas mereka. 

Koleksi bra terbaru Nipplets. Foto: Dok. Nipplets

Tiga tip ini bisa jadi panduan kamu dalam memilih underwear, dan nantinya bisa memberi manfaat bagi kesehatan kamu.

1/ Kenali ukuran dan bentuk tubuh, bukan hanya label

Ukuran pada label bisa menjadi titik awal, tetapi belum tentu menjadi satu-satunya patokan. 

Pada bra, pengukuran area bawah payudara (underbust) dan bagian atas payudara (upper bust) membantu menentukan ukuran yang lebih sesuai. Sistem ukuran yang digunakan juga bisa berbeda, misalnya antara standar Inggris dan Amerika Serikat.

Perhatikan juga bentuk, cakupan, dan kebutuhan dukungan yang terasa nyaman. Jangan terpaku pada ukuran yang sama selama bertahun-tahun karena kebutuhan dan proporsi tubuh dapat berubah. 

Menurut Ida Swasti, Founder Nipplets, sebaiknya kita mengecek ukuran underwear setiap enam bulan, atau maksimal setiap tahun, terutama bra. 

“Kurus-gendut tubuh kita sangat memengaruhi ukuran bra, dan mungkin saja bentuknya berubah, yang mungkin memerlukan bra model lain,” jelas Ida kepada Femina di acara BodyLab pertengahan Oktober lalu.

Luangkan waktu untuk mengukur ulang dan mencoba beberapa pilihan sebelum menentukan yang paling pas.

2/ Perhatikan bahan dan konstruksinya

Bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit layak mendapat perhatian lebih. Pertimbangkan tekstur, elastisitas, dan bagaimana pakaian dalam terasa ketika digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Konstruksi tanpa jahitan (seamless), misalnya, dapat menjadi pilihan bagi yang menginginkan tampilan lebih mulus di balik pakaian.

Ida Swasti di acara BodyLab, bersama panties dari bahan Tencel. Foto: Dok. Nipplets

Nipplets memperkenalkan Seamless TENCEL™ Panties yang memadukan TENCEL™ Modal dari Lenzing dengan elastane, konstruksi tanpa jahitan, serta bagian area intim berbahan katun 100%. 

Inovasi pertama di dunia ini (celana dalam dari Tencel) tersedia dalam tiga siluet, yaitu Low Waist, High Waist, dan Shortie. Materialnya lembut, seakan menyatu dengan kulit dan tak terlihat di balik pakaian ketat.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa kenyamanan tidak hanya ditentukan oleh bahan, tetapi juga oleh desain dan konstruksi pakaian dalam.

Contohnya, kalau kamu yang dalam fase berat badan naik-turun, Low Waist bisa jadi pilihan lebih nyaman sehari-hari.

3/ Sesuaikan model dengan kebutuhan dan kebiasaan

Tidak semua orang membutuhkan model underwear yang sama. 

Misalnya untuk model bra, ada yang mengutamakan cakupan lebih luas, ada yang mencari potongan lebih rendah, dan ada pula yang ingin underwear tidak terlalu terlihat di balik busana. 

Karena itu, pertimbangkan jenis pakaian yang sering dikenakan, aktivitas harian, serta preferensi pribadi saat memilih model.

Ukuran bra bisa berubah, jadi cek setiap 6 bulan atau 1 tahun. Foto: Dok. Nipplets

“Pilih end-goal yang kamu inginkan dalam memilih bra; misalnya ingin dada terlihat lebih penuh, atau justru sebaliknya,” Ida memberi tip.

Jangan lupa perhatikan kondisi pakaian dalam yang sudah dimiliki. Keringat, pemakaian rutin, dan pencucian berulang dapat memengaruhi kondisi material. 

Periksa secara berkala apakah bahan masih terasa nyaman dan elastisitasnya tetap terjaga. Jika kondisinya sudah menurun, saatnya mempertimbangkan penggantian.

Lewat koleksi underwear dan innerwear-nya, Nipplets mengajak kita untuk memahami kebutuhan tubuh sendiri, memperhatikan material, dan memilih model yang mendukung kenyamanan sehari-hari. 

Underwear yang tepat bukan hanya soal bagaimana busana terlihat dari luar, tetapi juga bagaimana rasa dan gayanya saat dikenakan. (f)