Kucing Bertopi yang baik hati tapi selalu memicu kekacauan. Foto: Warner Bros. Pictures
Salah satu karya Dr. Seuss (nama pena dari Theodor Seuss Geisel), penulis dan ilustrator buku anak-anak ternama AS, adalah The Cat in the Hat, yang dirilis tahun 1957.
Setelah diadaptasi tahun 2003 dalam bentuk live-action, kali ini cerita itu hadir sebagai film animasi komedi fantasi.
Kucing Bertopi (pengisi suara: Bill Hader) adalah agen resmi dari I.I.I.I. (Institute for the Institution of Imagination and Inspiration), lembaga rahasia yang menyebarkan imajinasi dan menghibur anak-anak yang sedang bersedih.
Dia adalah agen yang jenius namun kerap bertindak berlebihan hingga memicu kekacauan besar. Akibatnya, Kucing Bertopi hampir dipecat oleh bos besar, Mr. Hoogeboom (Giancarlo Esposito).
Bersama Sherri (Quinta Brunson), manajer HRD yang selalu mendukungnya, Kucing Bertopi menjalani misi terakhir. Jika gagal, dia akan kehilangan topi ajaibnya selamanya.
Kucing Bertopi mengajak Gabby dan Sebastian bertualang dalam dunia magis penuh imajinasi. Foto: Warner Bros. Pictures
Tugas terberat itu adalah menghibur Gabby (Xochitl Gomez), seorang remaja perempuan, dan adiknya, Sebastian (Tiago Martinez). Keduanya sedang mengalami masa-masa sulit ketika pindah kota bersama ibu tunggal mereka, Carmen (American Ferrera).
Kucing Bertopi pun muncul di hadapan Gabby dan Sebastian, mengajak mereka dalam petualangan epik penuh imajinasi yang menyebabkan kekacauan, lengkap dengan omelan sarkastik dari Waffles (Matt Berry), ikan mas peliharaan Sebastian.
Di tengah badai kekacauan tersebut, Kucing Bertopi berkejaran dengan waktu untuk mengendalikan sihirnya sebelum kehilangan topinya, sekaligus menyelesaikan misi utama, menyembuhkan hati Gabby dan Sebastian dan membuat mereka kembali bahagia sebagai keluarga.
Film berdurasi 1 jam 47 menit ini disutradarai oleh duet Alessandro Carloni dan Erica Rivinoja. Mereka juga menulis skenarionya, dan berhasil menampilkan narasi emosional yang kuat mengenai relocation anxiety (kecemasan akibat pindah rumah) yang dialami Gen Alpha.
Tunggu kehadiran dua karakter kocak menggemaskan ini dalam film selanjutnya di Seuss-iverse. Foto: Warner Bros. Pictures
Hadir dengan visual animasi menawan garapan studio DNEG untuk memenuhi ekspektasi generasi saat ini, film ini dikabarkan membuka jagat sinematik terpadu Dr. Seuss (Seuss-iverse).
Nantinya Thing One and Thing Two, karakter kembar pembuat kekacauan dalam The Cat in the Hat, juga akan difilmkan.
The Cat in the Hat diharapkan bisa memberikan tontonan keluarga yang cerdas, dengan pesan moral tentang pentingnya kekuatan cinta dalam keluarga, serta agar anak-anak terus menghidupkan mimpi dan menggapainya.
Film untuk semua umur ini tayang mulai 6 November 2026 di bioskop seluruh Indonesia. (f)
Baca juga:
The Intern: Kisah Hangat tentang Karier dan Arti Memulai Kembali
Clayface: Menguak Sisi Kelam nan Tragis dari Musuh Batman
Whalefall: Bertahan dalam Perut Ikan Paus Karena Kenangan Akan Ayah