Lifestyle
Ketika Biyan Menyulap Sisa Material Jadi Porcelain Couture

23 Sep 2026

Apa yang terjadi pada material yang tersisa setelah sebuah karya selesai dibuat?

Bagi BIYAN dan GAYA CERAMIC, jawabannya bukan dibuang, melainkan diberi kesempatan untuk memiliki hidup baru, dengan cerita baru pula.

Pertemuan dua dunia kreatif ini melahirkan Porcelain Couture: The Afterlife of Materials, sebuah proyek kolaborasi yang mempertemukan ketelitian porselen dengan kelembutan tekstil.

Porcelain Couture, ketika sisa material jadi karya seni bernilai tinggi. Foto: Dok. Biyan

Digagas oleh Biyan Wanaatmadja, Direktur Kreatif Biyan Atelier, dan Michela Foppiani, Direktur Kreatif Gaya Ceramic, bersama tim, proyek ini mulai dikembangkan sejak Januari 2026. Hasilnya adalah rangkaian objek koleksi yang berada di antara fashion, keramik, seni kontemporer, dan desain.

Ide kolaborasi ini berangkat dari material yang biasanya luput dari perhatian. Gaya Ceramic menyumbangkan fragmen porselen, prototipe, dan bagian yang tersisa dari proses pembakaran di kiln atau tungku atau oven khusus.

Sementara itu, Biyan membawa material couture, tekstil bordir, serta sisa kain dari atelier. Tanpa malu-malu, masa lalu material-material tersebut justru dipertahankan sebagai bagian dari karakter setiap karya.

Pengerjaan setiap karya yang rumit dan mendetail, menjadikannya one of one. Foto: Dok. Biyan

Setiap karya dikerjakan secara manual melalui proses memotong, menyusun, melapisi, menyelesaikan permukaan, hingga memberikan detail dekoratif. Komposisi antara pecahan porselen dan tekstil juga dibuat secara individual, sehingga tidak ada dua karya yang benar-benar identik, sehingga koleksi ini one of one.

Kerumitan karya ini terletak pada bagaimana material yang sudah memiliki bentuk dan sejarah masing-masing bisa dipertemukan menjadi satu objek baru. Porselen yang sebelumnya melalui proses produksi dan pembakaran mendapatkan karakter yang berbeda ketika berdampingan dengan kain dan sisa bordir Biyan.

Setiap fragmen membawa jejak tangan pembuat, proses kreatif, hingga ketidakpastian yang muncul selama pengerjaan. Hasil akhirnya hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari keramik sehari-hari, hiasan dinding, hingga instalasi.

Keindahan gabungan fragmen keramik dengan sisa tekstil yang kemudian diolah ulang. Foto: Dok. Biyan

Masing-masing merupakan karya unik dan dilengkapi sertifikat yang mencatat perjalanan material tersebut, dari bentuk sebelumnya hingga menjadi bagian dari Porcelain Couture.

Porcelain Couture dipamerkan di Biyan The Gallery hingga Desember 2026. Sejak memasuki Biyan The Gallery, Jakarta Selatan, koleksi kolaborasi ini bikin gemas—komposisinya, detailnya, hingga cerita di baliknya. Piring hiasnya sangat indah, tak heran di hari pembukaan pameran koleksi berbagai piring itu langsung sold out.

Dian Sastrowardoyo yang hadir di acara pembukaan mengakui, sebagai kolektor piring hias, ia terpesona pada koleksi piring di Porcelain Couture, serta koleksi secara keseluruhan.

Piring hias sebagai wall pieces yang jadi favorit, sehingga banyak yang langsung sold out di hari pembukaan. Foto: Dok. Biyan

Di acara pembukaan pada pertengahan September silam digelar juga mini trunk show menampilkan koleksi kapsul dalam siluet khas Biyan, yang motifnya terinspirasi Porcelain Couture, dengan aksesori yang juga memadukan fragmen keramik dan sisa tekstil. Di lantai atas galeri ini, tamu bisa mengeksplorasi koleksi terkini rumah mode Biyan, sebelum memilih keramik untuk dikoleksi.

Lewat Porcelain Couture, sisa produksi memiliki kemungkinan untuk berubah menjadi sesuatu yang bukan hanya sepenuhnya baru, tapi juga bernilai tinggi. (f)
 

Zornia Harisantoso


 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?