Makin peduli tentang kulit reaktif dan dapat opsi solusi produk untuk mengatasinya. Foto: Dok. Wardah
Siapa yang mendadak insecure ketika mendengar Tasya Farasya saja hanya mendapat skor 62/100 ketika melakukan skin check menyeluruh di acara Wardah Derma Longevity Lab?
Tasya Farasya melakukan skin check itu di hari pembukaan event, dan kemudian membahas faktor penilaian satu demi satu dalam talk show bersama skin experts, termasuk bersama Segolene Adam Debaumais, Researcher Global Paragon Wardah.
Wardah Derma Longevity Lab berlangsung di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta (24-27 September 2026), yang mengajak beauty enthusiasts lebih peduli dan mengerti tentang kondisi kulit reaktif.
Talk show dengan berbagai insights sampai mencoba skin check menyeluruh. Foto: Dok. Wardah
Menurut studi yang dipublikasikan dalam Acta Dermato-Venereologica, satu dari dua orang mengaku memiliki kulit reaktif. Kulit merah, kering, terasa panas, gatal, perih, atau mengalami breakout bisa terus berulang dan membuat proses recovery kulit menjadi semakin kompleks.
Bagi Wardah, sensitive skin, severe dry skin, acne dry skin, dan acne oily skin lebih tepat jika ditangani jika dipahami lebih personal, karena membutuhkan assessment dan pendekatan berbeda.
Skin check di Wardah Longevity Lab seperti yang dilakukan Tasya Farasya berbeda dari skin check konvensional yang hanya menampilkan kondisi kulit saat ini.
AI Personalized Skin Analyzer kini mampu mendeteksi parameter kulit dan mengklasifikasikan tingkat kondisi kulit ke dalam standardized skin grading.
Hasil analisis ini kemudian dikombinasikan dengan lifestyle assessment untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan skin problem trigger dan menyusun personalized skin recovery guidance.
Di Wardah Derma Longevity Lab, kamu juga bisa skin check menyeluruh dengan teknologi AI, seperti Tasya Farasya. Foto: Dok. Wardah
Semua perjalanan ini adalah bagian dari rangkaian Wardah Derma Longevity IntelligenceTM agar kamu pemilik kulit reaktif bisa menemukan solusi perawatan kulit paling tepat.
Lewat skin check menyeluruh yang selama acara berlangsung selalu antre itu, kamu bakal mendapatkan Advanced Skin ID Blueprint, skin insight yang menghubungkan kondisi kulit saat ini dengan enam masukan gaya hidup, yaitu Sleep, Stress, Nutrition, Gut Health, Movement, dan Daily Exposure.
Masing-masing faktor yang diterjemahkan di Skin ID Blueprint membantu kita memahami hubungan antara rutinitas harian dengan sinyal pada kulit dan kondisi skin barrier, seperti kulit tampak lelah atau kusam, kemerahan, breakout, kekeringan, hingga proses recovery yang terasa kurang optimal.

“Kulit tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan. Melalui Advanced Personalized Skin Analyzer dan Advanced Skin ID Blueprint yang dihadirkan di Wardah Derma Longevity Lab, memahami sinyal kulit dilakukan secara lebih objektif,” ungkap dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE, dermatologis.
Isi report card ini juga bisa membantu dermatologis dalam menentukan recovery guidance yang lebih tepat untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Selama pelaksanaannya, Wardah Derma Longevity Lab menggelar bermacam aktivitas, serta acara interaktif dengan skin expert dan brand ambassadors, yaitu Dewi Sandra, Yasmin Napper, serta Amanda Rawles. (f)
Zornia Harisantoso


