Trending Topic
Kreatif Membuang Stres

8 Mar 2016


Berbagai bentuk seni, tak hanya menyanyi, memang telah lama digunakan untuk terapi. Dalam bukunya, Art as Therapy, filsuf Alain de Botton dan pakar sejarah seni, John Amstrong, berpendapat, seni dapat membantu kita menjawab kegalauan pribadi, seperti mau dibawa ke mana hubungan cinta Anda, mengapa Anda tidak bahagia dengan pekerjaan saat ini, mengapa politik itu begitu menyebalkan, dan sebagainya. Mungkin bukan secara tidak langsung, tapi secara tidak sadar seni membuat pikiran Anda lebih relaks dan jernih dalam mencari solusi.

Manfaat itu mungkin tak kita sadari. Nara (26) misalnya, awalnya tidak punya niat untuk memanfaatkan aplikasi Colorfy yang ia unduh untuk mengenyahkan lelah akibat rutinitas. Ia hanya bermaksud mengisi waktu luang selama perjalanan ‘komuter’ dari rumahnya di Bekasi menuju tempat kerjanya di pusat Kota Jakarta. Dalam perjalanan pergi dan pulang, yang masing-masing memakan waktu sekitar satu jam, biasanya ia membuka aplikasi Colorfy di telepon pintar. Menggunakan ujung jari, berbagai gambar ia beri aneka warna menarik sesuai selera hatinya. Terkadang warna-warni cerah, terkadang monokrom yang minimalis.

Aplikasi mewarnai ini cukup diminati sehingga menarik banyak programmer untuk menciptakan aplikasi sejenis. Sebut saja Colouring, Mandalas Coloring Pages, Adult Coloring Book, Coloring for Adults, Mandalas Coloring For All, Magic Doodle, dan lain sebagainya. Dalam keterangan aplikasi, biasanya disebutkan aplikasi itu ditujukan untuk membantu merelaksasi dan membuat seseorang lebih kalem.

“Aplikasi ini mengingatkan saya pada masa kecil, saat saya senang mewarnai buku bergambar. Hanya ini lebih praktis. Kalau tidak suka warnanya, tinggal undo. Meski tidak sama persis sensasinya dengan menggunakan pensil atau spidol berwarna,  melihat karya saya setelah selesai membuat mood saya lebih baik,” ujar Nara, yang bisa membuka aplikasi mewarnai tiga sampai empat kali sehari ini.

Advertisement
Mewarnai gambar, terutama bentuk mandala (desain melingkar penuh simbol dan pola khas masyarakat Tibet dan sekitarnya), akhir-akhir ini memang jadi tren. Namun, mewarnai mandala sesungguhnya bukan hal baru. Puluhan tahun lalu, psikolog terkenal Carl Jung telah merekomendasikan mewarnai mandala  sebagai bagian dari terapi untuk menenangkan pikiran dan emosi pasien. Di tengah tren masyarakat yang  makin gemar mencari ketenangan spiritual, tak heran jika muncul aplikasi mewarnai mandala. Mewarnai mandala memiliki efek seperti meditasi, membuat pikiran Anda fokus pada satu hal.

Namun, menurut psikolog Ratih Pramanik, S.Psi, MM, dari Personal Growth, mewarnai dengan aplikasi dan mewarnai pada buku menggunakan pensil warna memberi efek yang agak berbeda. “Aplikasi mewarnai lebih mirip main game saja, bersifat pengalihan perhatian sesaat.  Malah terkadang membuat jengkel. Tapi, bukan berarti tidak berguna. Bagi orang tipe visual, melihat warna-warna yang dihasilkan memang bisa membuat mood lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, sentuhan dan gerakan tangan saat menggoreskan warna memberi rangsangan ke otak yang membuat kita lebih tenang. Sayangnya, hal ini tidak terjadi pada saat mewarnai menggunakan aplikasi. Efek sentuhan itu juga tidak terjadi saat Anda menggunakan aplikasi seni lain, seperti membuat tembikar. Efek bahagia memang bisa Anda dapat, tapi jika ingin merasakan efek yang signifikan, menurut Ratih, melakukan seni yang sesungguhnya akan lebih baik.

Selain itu, berlama-lama menatap layar gadget juga bisa memberi masalah tersendiri pada saraf mata dan mengganggu waktu tidur. Jangan sampai, stres reda, tapi kesehatan tubuh malah terganggu. Sehingga, Ratih menyarankan agar Anda tetap bijak dalam menggunakan gadget.

            Bagaimana dengan aplikasi karaoke? “Aplikasi ini justru bisa signifikan meredakan stres, Karena saat kita menyanyi, emosi ikut keluar, tersalurkan,” kata Ratih. Bagaimanapun, menurutnya, seni adalah hobi yang bisa membuat hidup Anda lebih seimbang. Jadi, seni apa pun yang Anda pilih, menyanyi, mewarnai, melukis, atau bermain alat musik, pastikan saja Anda benar-benar menikmatinya. Aplikasi seni mungkin bisa jadi pilihan untuk memulainya. Tapi, jika Anda bisa melakukan bentuk aslinya, kenapa tidak? (f)
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?