Siluet seragam pramuka, termasuk topi baretnya, diinterpretasi ulang menjadi sederetan busana pria (dan wanita) yang memeluk semua gender. Atasan, celana, rok balon, serta berbagai luaran dari jaket hingga trench coat dipadupadankan dengan apik sehingga terlihat modern.
Studiomoral memakai bahan cotton twill, tak ubahnya seragam Pramuka yang elevated, dengan aksen bahan lain seperti kulit (asli dan sintetis), juga denim. Detail pada tiap outfit menginjeksikan elemen nostalgia dari seragam pramuka, seperti aksen simpul (pramuka wajib bisa bikin berbagai simpul tali!). Tiap outfit juga bisa dibongkar pasang, dan versatile untuk beragam gaya layering.
Begitu pula dengan palet warna yang digunakan; mengikuti warna klasik seragam, cokelat, namun ditemani warna bumi lain, termasuk broken white, beige, hijau saga dan zaitun, serta abu-abu dan hitam.
"Memori akan pengalaman kepramukaan yang mengajarkan kepekaan terhadap sesama dan lingkungan kembali terkembang dalam kenangan yang menyenangkan," kata Andandika, mengutip rilis pers.
Baca juga:
Parisian Chic ala Sandro, OOTD dalam Kemewahan Terjangkau
Dapatkan Scarf dan Tote Bag Karya Syagini Ratna Wulan dan Dukung Palestina
Narasi Musim Gugur Sapto Djojokartiko
Zornia Harisantoso
Topic
#jenamalokal