Pameran
Edisi 2026 dari ART SG dan S.E.A. FOCUS Akan Memperkenalkan Kuratorial dan Program Terbaru

30 Nov 2025

ART SG dan S.E.A Focus adalah pilar Singapore Art Week yang tak boleh dilewatkan. Foto: Dok. ART SG 


Sebagai salah satu acara seni paling bergengsi di Asia, ART SG akan menggelar perhelatan akbar keempatnya pada 23-26 Januari 2026 di Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands, Singapura, dengan waktu preview undangan VIP pada 22 Januari. 

Untuk pertama kalinya, pameran ini turut menghadirkan S.E.A. Focus, sebuah platform lokal yang mengedepankan seni kontemporer dari Asia Tenggara, menampilkan karya dari 106 galeri dari lebih dari 30 negara dan wilayah. 

Sinergi ini memperkuat peran Singapura yang semakin berkembang sebagai ibu kota budaya dan pusat utama pertukaran seni, inovasi, dan transformasi di seluruh kawasan dan sekitarnya. 

Dengan program yang dikembangkan, inisiatif kuratorial baru, dan kemitraan strategis, ART SG menawarkan platform paripurna untuk merayakan dunia seni kontemporer Asia Tenggara yang meriah melalui perspektif internasional yang dinamis, menghadirkan bakat-bakat baru hingga nama-nama yang sudah tak asing lagi.

Magnus Renfrew, Co-Founder ART SG, menyampaikan, “Dengan basis kolektor dan ekosistem budaya di kawasan ini yang semakin matang secara signifikan, kami sangat antusias menyambut debut S.E.A. Focus di ART SG, yang menyuarakan ekspresi menarik di kawasan ini dalam sebuah platform terintegrasi bagi galeri, perupa, dan institusi untuk saling terhubung dan berinteraksi.”

ART SG 2026 yang didukung penuh oleh Mitra Pendiri dan Utama UBS ini bakal menampilkan deretan galeri internasional yang akan mempersembahkan cuplikan dari program-program unggulan mereka, termasuk White Cube (London, Hong Kong, Paris, Seoul, New York), Thaddaeus Ropac (London, Paris, Salzburg, Seoul), neugerriemschneider (Berlin), Galerie Gisela Capitain (Cologne, Napoli), Annely Juda Fine Art (London), Goodman Gallery (Johannesburg, Cape Town, London), serta Ota Fine Arts (Singapura, Shanghai, Tokyo). 

Suasana pameran di ART SG 2025. Foto: Dok. ART SG

Pendatang baru yang patut ditunggu di pameran ini antara lain Castelli Gallery (New York), Ashvita’s (Chennai), serta presentasi bersama dari Antenna Space (Shanghai) dan Commonwealth and Council (Los Angeles), yang sekaligus memperluas cakupan dan program internasional pameran ini. 

ART SG terus menampilkan pameran seni kontemporer Asia Tenggara yang menjadi panggung acuan. 

Galeri-galeri regional terkemuka yang kembali ke pameran ini antara lain Ames Yavuz (Singapura, Sydney), STPI (Singapura), Sullivan+Strumpf (Singapura, Sydney, Melbourne), Richard Koh Fine Art (Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur), Gajah Gallery (Singapura, Jakarta, Yogyakarta), dan Haridas Contemporary (Singapura)--mereka menawarkan pengunjung gambaran komprehensif tentang lanskap kreatif yang dinamis di kawasan ini. 
 

S.E.A. FOCUS di ART SG 

Menandai debutnya di pameran ini, S.E.A. Focus akan hadir di dalam ART SG, yang untuk pertama kalinya dapat diakses pengunjung dengan satu tiket

Format terpadu ini menawarkan pengalaman yang kaya dan terintegrasi, sekaligus memperluas peluang pasar bagi galeri serta memperkuat hubungan antara perupa, kolektor, dan komunitas seni global. S.E.A. Focus akan mempertahankan identitas kuratorialnya yang khas, menyoroti yang terbaik dari seni kontemporer Asia Tenggara. 

Galeri yang berpartisipasi antara lain Silverlens (Manila, New York), AC43 Gallery (Singapura), The Drawing Room (Manila), ISA Art Gallery (Jakarta); ShanghART Gallery (Shanghai, Singapura, Beijing), STPI (Singapura), ara contemporary (Jakarta), Gallery VER (Bangkok), Artinformal (Manila), Intersections (Singapura), Mizuma Gallery (Singapura, Tokyo), Wetterling Teo Gallery (Singapura) dan masih banyak lagi. Ada pula presentasi dari perupa Tang Da Wu, Arahmaiani, dan Nicole Coson

Dikurasi oleh John Tung dengan konsultasi artistik oleh Emi Eu, Direktur Eksekutif STPI, platform ini akan mengangkat tema The Humane Agency, mengeksplorasi peran perupa sebagai agen welas asih dalam menghadapi tantangan global paling mendesak saat ini–termasuk konflik dan kerinduan akan perdamaian, krisis ekologi yang semakin parah, dan pergerakan komunitas sekitar dan antarbangsa. 

Antusias pencinta seni di S.E.A Focus 2025. Foto: Dok. ART SG

Advertisement
ART SG dan S.E.A. Focus bersama-sama akan menjadi pilar Singapore Art Week dalam sebuah kolaborasi strategis yang memperkuat dampak, jangkauan, dan kontribusi mereka terhadap lanskap seni kontemporer yang dinamis di kawasan ini. 

Emi Eu yang juga Konsultan Kreatif S.E.A. Focus, mengatakan, “Kolaborasi dengan ART SG ini membuka babak baru yang sangat menarik. S.E.A Focus 2026 akan terus menyoroti kekayaan narasi artistik kawasan ini, sekaligus membuka peluang untuk memperkuat suara-suara unik Asia Tenggara di kancah global.” 

John Tung menambahkan, “Di masa yang penuh ketidakpastian ini, para perupa memainkan peran penting dalam menanggapi tantangan global dan membayangkan langkah-langkah alternatif menuju dunia yang lebih penuh welas asih dan damai. Saya khususnya tertarik pada bagaimana suara-suara di Asia Tenggara berkontribusi dalam percakapan ini, dan apa yang dapat ditawarkan dari perspektif budaya dan geopolitik mereka yang unik.” 

Sementara Tay Tong, Direktur Sector Development (Visual Arts) National Arts Council (NAC) Singapura, mengatakan, “Sebagai komisioner, NAC akan terus mendukung dan menyediakan kesempatan untuk menampilkan komunitas seni visual, dan kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan mitra seperti ART SG yang memiliki ambisi yang sama dalam memajukan dunia seni Singapura.” 
 

Memberdayakan seni, memperkaya komunitas 

Edisi 2026 akan menampilkan peluncuran ART SG FUTURES Prize yang dipersembahkan oleh UBS, senilai 10.000 dolar AS, kepada perupa pendatang baru berprestasi di sektor Futures, yang memperkuat peran dan dedikasi UBS sebagai pendukung dan penggerak seni. 

Sedangkan di UBS Art Studio yang berlokasi di Lantai 1, UBS Art Collection akan menampilkan I Love You (2007) karya Melati Suryodarmo, sebuah pertunjukan intens berdurasi lima jam yang direkam dalam video satu kanal. Melati bergerak di ruangan bernuansa merah menyala, membawa gelas besar sambil berulang kali mengucapkan “I love you.” 

Pementasan karya Melati Suryodarmo di ART SG merupakan penegasan komitmen jangka panjang UBS untuk mendukung inisiatif budaya di seluruh dunia dan keyakinan akan kekuatan seni kontemporer untuk menginspirasi dialog, memperdalam pemahaman, dan memperkaya kehidupan. 

Program menarik lainnya

ART SG dan S.E.A Focus edisi 2026 yang akan berlangsung pada 23-26 Januari 2026 itu juga menampilkan berbagai program dan inisiatif kuratorial baru, selain melanjutkan program-program yang telah sukses sebelumnya. 

Pendanaan SAM ART SG (SAM ART SG FUND), sebuah inisiatif yang dipimpin oleh para donatur yang mendukung akuisisi seni kontemporer internasional dari perspektif Asia Tenggara oleh Singapore Art Museum (SAM), kembali untuk tahun kedua. 

Inisiatif TVS untuk Seni Kontemporer India dan Asia Selatan bakal debut di ART SG, menyoroti seni kontemporer India dan Asia Selatan serta memperkuat dialog dengan kawasan tersebut selama pameran ini. Inisiatif yang dikurasi Studio Public Memory pimpinan Srinivas Aditya Mopidevi ini menyoroti perspektif artistik dan narasi kaya budaya Asia Selatan.

Sebagai bagian dari kolaborasi kuratorial baru dengan Rockbund Art Museum (RAM), Shanghai, X-Zhu Nowell, Direktur Eksekutif dan Kepala Kurator RAM, akan bertindak sebagai Kurator Film dan Seni Pertunjukan ART SG, menandai diperkenalkannya sektor Seni Pertunjukan di ART SG. 

Perupa Singapura John Clang (lahir 1973), mewakili FOST Gallery (Singapura), akan memamerkan tiga karya yang memadukan instalasi dan pertunjukan: Reading by an Artist (2023—), Nine Chairs (2025—), dan Table of Inquiry (2025—). Karya-karya tersebut menggali tema astrologi, ritual, dan kehidupan rumah tangga–merefleksikan kebutuhan bersama dan dialog yang tercipta di dalamnya. 

Karya John Clang, Nine Chairs, akan memeriahkan debut sektor Seni Pertunjukan di ART SG. Foto: Dok. ART SG

Berangkat dari kolaborasi dengan RAM, ART SG akan mempersembahkan Wan Hai Hotel: Singapore Strait (diterjemahkan sebagai Mengelilingi Laut) di Singapura, sebuah evolusi terbaru dari model pameran inovatif yang pertama kali diadakan. 

Kemudian The Institutum, sebuah lembaga nirlaba yang didedikasikan untuk mengembangkan seni Singapura melalui kolaborasi internasional, akan mempersembahkan kemitraan perdananya dengan Hampi Art Labs, sebuah program residensi yang berlokasi di situs Warisan Dunia UNESCO, Hampi, Karnataka, India. 

“Peluncuran sektor Seni Pertunjukan ini menggarisbawahi komitmen kami untuk mendukung beragam praktik seni dari kawasan ini, menyediakan platform bagi karya-karya eksperimental, interdisipliner, dan menyeluruh, yang melibatkan penonton dengan cara-cara baru dan transformatif,” ungkap Shuyin Yang, Direktur Pameran ART SG

Cek program lengkap ART SG dan S.E.A Focus edisi 2026 di artsg.com, termasuk kalau mau pesan tiket–bisa jadi destinasi kamu atau momen kalcer kamu saat liburan awal tahun depan di Singapura! (f)


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?