- 300 g bihun kering, seduh air mendidih hingga lunak, siram air, tiriskan
- 1 sdm minyak bawang, siap pakai
- 1 ½ sdm kecap asin
- 1 ekor (800 g) bebek lokal, cuci bersih
- 2 sdm cuka masak
- 2½ l air
- 4 cm jahe, memarkan
- 3 bunga pekak
- 2 batang bawang daun, potong panjang 4 cm
- ½ sdt garam
- ½ sdt merica putih bubuk
- 1 sdt angciu
- 1 sdm minyak sayur
- 1 sdm minyak wijen
- 5 siung bawang putih, memarkan
- 3 cm jahe, memarkan
- 300 g daging ayam cincang
- 100 g bihun, rebus, tiriskan, potong-potong
- 50 g udang kupas, haluskan
- 5 tangkai kucai, cincang halus
- 1 buah cabai merah besar, buang biji, cincang halus
- 1 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sdm tepung maizena
- ¼ sdt garam
- ¼ sdt merica putih bubuk
- 6 sdt bawang putih goreng
- 150 g daun selada keriting, sobek kasar
- 50 g daun ketumbar, petiki daunnya
- Kaldu: Lumuri bebek dengan cuka. Diamkan hingga cuka meresap (± 1 jam).
- Didihkan air, masukkan bebek, jahe, pekak, bawang daun, dan garam. Masak kembali hingga mendidih. Kecilkan api, tutup panci. Masak terus hingga bebek empuk (± 40 menit). Angkat.
- Saring kaldunya sebanyak 1½ l. Pisahkan bebek, iris-iris dagingnya. Sisihkan.
- Masukkan bumbu tumis, merica, dan angciu ke dalam kaldu bebek. Didihkan kembali. Angkat, sisihkan.
- Bakso: Campur semua bahan. Ambil 1 sdt adonan, bulatkan menggunakan dua buah sendok teh. Rebus dalam air mendidih hingga mengapung. Angkat dan tiriskan. Ulangi langkah yang sama untuk sisa adonan bakso. Sisihkan.
- Aduk rata bihun, minyak bawang, dan kecap asin di dalam mangkuk saji. Tambahkan daging bebek dan bakso bihun, siram dengan kaldu panas.
- Taburi bawang putih goreng, daun selada, dan daun ketumbar. Sajikan hangat.