Food Trend
De Tiger Siap Hidupkan Malam di Kota Tua Jakarta

7 Jul 2026

De Tiger siap membawa tamu kembali ke masa lalu yang penuh sejarah. Foto: IG @detigerjakarta


Kalau kamu senang menikmati koktail dalam suasana khas, termasuk cerita penuh sejarah di balik tempatnya, De Tiger wajib kamu kunjungi.

De Tiger adalah Far East Speakeasy Bar yang ada di House of Tugu Old Town Jakarta, dan baru dibuka akhir Juni lalu. Terinspirasi kehidupan yang pernah berkembang di sekitar Sunda Kelapa dan Kali Besar, De Tiger menghadirkan sejarah, koktail, budaya, dan kehidupan malam dalam satu destinasi.

Di balik De Tiger ada sosok Merem, seekor harimau Jawa bermata satu yang diselamatkan oleh Raden Adjeng Kasinem, istri pertama Oei Tiong Ham, orang terkaya di Asia di awal abad ke-20, yang keturunannya mendirikan House of Tugu. 

Merem diselamatkan oleh Raden Adjeng Kasinem pada awal 1900-an setelah ditemukan terluka di sebuah arena hiburan rakyat di Blitar. Ia kemudian dibawa ke Batavia untuk dipulihkan dan ditempatkan di sebuah gudang di dekat Sunda Kelapa, yang kini jadi bagian dari kompleks House of Tugu Old Town Jakarta. Meski Merem sempat melarikan diri, ia akhirnya menjalani kehidupan yang damai selama bertahun-tahun di kediaman Oei Tiong Ham.

De Tiger memang menempati ruang yang sarat akan kenangan. Karena itu, menu yang disajikan pun terdiri atas beberapa babak yang dikurasi secara khusus. Setiap koktail dan mocktail terinspirasi rempah-rempah serta komoditas yang dahulu melintasi jalur maritim Sunda Kelapa. 
 
Para tamu dapat menyelami kisah-kisah ini melalui kreasi minuman khas De Tiger, dimulai dengan 100 Karung Kopi. Koktail dengan memiliki nuansa rasa yang intens ini menghadirkan interpretasi cerita saat Raden Adjeng Kasinem menebus kebebasan Merem dengan karung-karung kopi besar dari perkebunan Kawisari.

Menu andalan lainnya adalah Gedoeng Goelo Matjan, sebuah penghormatan terhadap perdagangan gula Batavia yang berkembang pesat dan warisan komersial dari Oei Tiong Ham, raja gula di awal abad ke-20. Koktail ini memadukan popcorn whiskey dan marshmallow.
 
Gedoeng Goelo Matjan dan 100 Karung Kopi. Foto: Dok. De Tiger

Untuk melengkapi sajian minuman tersebut, De Tiger juga menyiapkan sebuah perjalanan gastronomis yang lahir dari perpaduan harmonis antara warisan Jawa, nuansa Peranakan, dan pengaruh maritim pesisir.

Advertisement
Salah satu menu adalah Midnight Katsu Burger with Curry Leaf Slaw, sebuah hidangan berani yang dulu bisa dinikmati di kedai-kedai larut malam di Batavia, memadukan katsu emas yang renyah dengan slaw daun kari yang harum.

Seiring bergantinya malam, para tamu dapat menemukan sisi lain dari malam Kota Tua di De Tiger, mulai dari pertunjukan live jazz yang energik hingga alunan musik dari DJ yang dikurasi khusus. (f)

DE TIGER
House of Tugu Old Town Jakarta
Jln. Kali Besar Barat No.26
Jakarta Barat

Waktu operasional:
Selasa-Minggu, mulai pukul 17.00 WIB hingga larut malam

Baca juga:
Bikin Cap Go Meh Gala Feast, Babah Koffie Kawisari Jagokan Tiga Sajian Peranakan
Restoran IWA di Hotel Tugu Bali Mengajak Menjelajah Lorong Waktu Kuliner dengan The Nusantara Spice Odyssey
Merespons Tren, Tugu Hotels Luncurkan Selai Hingga Madu Artisan

 

Bennita Luisa


Topic

#feminaindonesia, #detiger

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?