Food Trend
5 Fakta Memanggang yang Wajib Diketahui Para Ratu Dapur
26 Oct 2016
Ada kebiasaan orang Indonesia yang sedikit berbeda saat membakar ayam. Daging ayam biasanya dimasak pada api kecil bersama bumbu yang sangat banyak hingga matang. Langkah membakar setelah proses ungkep ini lebih dilakukan hanya untuk mendapatkan tekstur bakar dan aroma smokey. Di dapur Barat, lain lagi. Langkah marinating dilakukan sesaat sebelum ayam dibakar. Ayam lalu dimatangkan dengan teknik bakar. Membungkus dengan daun dapat menjaga kulit bahan makanan tidak rusak dan ‘mengunci’ aroma sehingga hasil makanan lebih wangi. Bahan juga akan melekat dengan aroma daun itu sendiri. Contoh makanannya adalah pepes dan otak-otak.
Di dapur Melayu, ketan bisa dibakar dalam bambu dan menghasilkan sajian bernama lemang. Begitu pula ikan patin berbumbu. Bahan dibungkus dulu dengan daun pisang agar mudah dimasukkan ke bambu dan bahan tidak berantakan saat bambu dipecahkan kala penyajian. Cara ini termasuk dalam teknik slow cooking, sehingga hasil akhir yang didapat lebih kaya rasa karena bumbu meresap lebih maksimal.
Secara tradisional, bahan untuk membakar biasanya menggunakan bahan-bahan biomassa yang terdapat di sekitar. Biomassa adalah sumber energi yang telah diperbaharui. Secara umumm, bisa digunakan kayu sisa. Di pedalaman Indonesia, rakyat menggunakan apa saja yang tersisa, seperti sekam padi, kulit jagung, kulit kemiri, tempurung kelapa, dan kulit sorghum. Di Amerika, nyaris semuanya berasal dari kayu. Kayu dari pohon oak, hickory, pecan, hingga maple menghasilkan aroma asap yang berbeda. Inilah mengapa beberapa jenis makanan hanya dibakar dengan kayu tertentu untuk meraih karakter aroma tersendiri. Di Indonesia, banyak orang yang lebih menyukai arang tempurung kelapa karena memberikan aroma khas pada makanan yang dibakar. Jenis yang digunakan adalah kelapa tua karena lebih padat dan kandungan airnya rendah. Arang kayu, berbentuk potongan-potongan kayu berwarna hitam dan banyak dijual di pasar, diolah dari proses karbonisasi kayu. Harganya lebih ekonomis dibanding arang tempurung kelapa. Bahan bakar lain yang dapat memulai nyala api dan mempertahankan nyala api adalah briket. Briket dijual siap pakai untuk kepraktisan grilling dan umumnya dibuat dari bahan biomassa yang dihaluskan lalu dicampur beberapa bahan, salah satunya pati (kanji) untuk selanjutnya dicetak. Briket juga diyakini memiliki waktu bakar yang lebih lama dan lebih sedikit meninggalkan sisa pembakaran karena jumlah abunya yang lebih sedikit.
Ikan memiliki lapisan kulit yang sangat tipis dan mudah terkelupas saat dibakar. Agar tampilan ikan tetap bagus setelah dibakar, pastikan alat bakar yang digunakan sudah panas. Balikkan ikan hanya sekali saja atau bakar dengan dijepit menggunakan penjepit bakaran. Jika masih menempel, tuangkan sedikit minyak pada wajan, lalu goyang-goyangkan hingga kulit ikan tidak menempel.
Ingin membuat satai kambing? Jangan cuci daging kambing dengan air karena akan membuat tekstur daging kambing menjadi alot (keras) dan bau prengus. Untuk menghilangkan aroma prengus (bau khas pada daging kambing), bilas dengan air perasan jeruk nipis. Untuk mendapatkan tekstur yang empuk, lumuri daging dengan daun pepaya atau nanas muda yang diparut.
Banyak alasan mengapa teknik memasak dengan cara grilling disukai banyak orang. Selain memberikan aroma smokey yang khas, teknik memasak yang sudah dikenal sejak 500.000 tahun lalu ini juga sangat mudah dan minim alat. (f)
Topic
#Memanggang