Merayakan Hari Bastille bentuknya beragam, salah satunya dengan menikmati kuliner Prancis yang diracik istimewa dalam berbagai paduan rasa—termasuk sentuhan Asia—sebagai simbol kebebasan dalam kuliner.
Pada 17 Juli lalu, JOËLLE menghadirkan rangkaian menu istimewa untuk makan malam bertajuk Liberté à Table, yang merupakan kolaborasi Executive Chef Joölle, Chef Ryan Fadli, dengan Chef Denny Sumarko sebagai Guest Chef.
Sebagai hidangan pembuka, tamu bisa memilih Caviar Tart atau Scallops Beignets. Femina mencoba Caviar Tart, tartlet dengan kulit yang dibuat sendiri, berisi celeriac crème dan yuzu beurre blanc, yang diberi topping kaviar. Nyam!
Selanjutnya, Ravioli disajikan denga boga bahari yang gurih dengan vegetable ragout, dan disiram truffle cauliflower froth. Cita rasa seafood dan truffle berpadu lembut di lidah.
Sebelum beranjak ke hidangan utama, palet rasa kita—yang sudah begitu tergugah—inetralkan dulu dengan Tru Normand Pineapple Sorbet. Sorbet ini auto mengingatkan kita pada kue nastar premium, lengkap dengan sekilas rasa cengkih.
“Ikan cod ini di-poach exactly selama 28 menit,” jelas Chef Denny Sumarko.
Nggak heran kalau potongan-potongan ikan cod yang ditata cantik itu super lembut dan saat dimakan langsung lumer di mulut. Apalagi ada cauliflower purée dan pickled cauliflower yang menyempurnakan rasanya.
Selain itu, fish bone caramel-nya juara, sih. Dengan tekstur antara gel dan saus itu terbuat dari tulang ikan yang direbus dengan daun ketumbar, lalu ekstraknya ditambahkan dashi dan dikasih cabai. Asam-manis-pedas, nom nom!
Perjalanan rasa merayakan Hari Bastille ditutup dengan Buckwheat, dessert yang meng-highlight carazin atau olahan khusus berbahan buckwheat (soba) yang menjadi salah satu komponen dalam kreasi pastri dan dessert Prancis modern, khususnya di fine dining.
Dessert ini menampilkan buckwheat steam cake, buckwheat foam, gavotte, serta celtic vinaigrette. Rasa manis dan asin saling melengkapi, menuntaskan makan malam yang porsinya terlihat simpel tapi ternyata sangat mengenyangkan.
Meski hanya berlangsung satu hari, rangkaian menu kolaborasi Liberté a Table meninggalkan kenangan rasa yang berlanjut lebih lama. (f)
Zornia Harisantoso