Foto: Dok. Pla
Soesanto, tentang awal mula brand sepatu, tas, dan aksesori Pla berdiri.
“Tidak disangka, koleksi tersebut banyak disukai dan akhirnya kami jual di kalangan teman sendiri,” imbuhnya. Dengan modal awal sekitar Rp50 juta – Rp70 juta, Pla dikerjakan bersama, mulai dari desain, produksi, hingga pemasaran. Selain bekerja sama dengan majalah dan melalui media sosial, Pla juga rajin mengikuti bazar besar, seperti Inacraft (sempat mendapat Femina Award 2009) dan Women’s International Club, untuk mempromosikan produknya.
Material Unik
Advertisement
“Kami menggunakan kulit sapi, domba, buaya, piton, kadal, dan ikan pari dengan desain kasual yang sangat nyaman dipakai sehari-hari,” ujar Mellissa, lulusan Visual Arts, Collage of Fine Arts, Sydney.
Karena memiliki total karyawan 25 orang dan tukang sendiri, produksi tas dan sepatu bisa dilakukan tiap hari. Tiap 3 bulan sekali Pla mengeluarkan warna, desain, dan material baru.
Kini, Pla bisa ditemukan di Plaza Indonesia, Kota Kasablanka, Lotte Shopping Avenue, The Goods Dept. Pacific Place, T concept Pondok Indah Mall 1, Jakarta, dan Shortlist Butik di Surabaya. Selain disukai pasar lokal, koleksi Pla juga sudah diekspor ke Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan bisa didapatkan di butik Gladz di Osaka, Jepang. (f)
Topic
#desainerindonesia