Beauty Trend
Tren Minyak Aromaterapi

17 Mar 2016


Beberapa tahun belakangan ini, dunia kecantikan kembali diserbu dengan kelahiran mesin perawatan kulit serta rangkaian perawatan kulit yang mengandung aromatherapy.

Aromatherapy bekerja melalui sistem sirkulasi tubuh dan sistem penciuman. Hidung merupakan indera perasa dengan berbagai reseptor syaraf yang dapat merangsang otak. Menurut buku Moleculer Biology of The Cell yang dipublikasikan oleh American Society for Cell Biology, setiap manusia dapat membedakan lebih dari 10.000 jenis aroma yang terdektesi oleh sistem sensor di dalam hidung. Aroma yang terdeteksi tersebut akan dihantar ke pusat emosi dan daya ingat seseorang dan diolah menjadi sebuah ‘pesan’ ke seluruh tubuh. Pesan yang dihantarkan tersebut akan mempengaruhi mood dan psikis seseorang.
 
Kunci utama produk perawatan kecantikan yang mengandung aromatherapy terletak pada minyak essensial yang dihasilkan dari distilasi material tumbuh-tumbuhan seperti bunga, daun, dan akar-akaran. Bila minyak esensial dihirup, molekul yang mudah menguap akan membawa unsur aromatik dan membawa ‘pesan’ untuk menstimulasi mood menjadi lebih senang, relaks, tenang, atau terangsang.
Advertisement

Selain menstimulasi mood, minyak essensial juga memiliki kandungan nutrisi tinggi yang dapat digunakan secara topical. Penelitian yang dilakukan oleh University of Maryland Medical Center menyatakan bahwa kulit seorang pasien penderita eksim menunjukkan respon positif saat diaplikasi minyak bunga lavender melalui massage treatment.

“Umumnya penggunaan aromatherapy pada produk perawatan kulit dapat membantu meredam masalah kulit yang berhubungan dengan stres.” Ujar Karina Stok, pemilik Marthaa Tilaar Salon Day Spa, Cabang Gandaria. "Selain menstimulasi peredaran darah, mengeluarkan toksin, mengencangkan wajah, hingga membunuh bakteri penyebab inflamasi, secara esensial, aromatherapy berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk segala jenis kulit.” tambahnya.

Meski demikian, Anda perlu memperhatikan berbagai macam minyak esensial yang beredar di pasaran. Hindari menggunaka minyak esensial sintetis yang tentunya tidak memberi efek positif dan keuntungan apa pun bagi tubuh. (f)


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?