Wanita diperkenalkan pada perawatan kecantikan pada usia yang semakin muda, awal belasan tahun. Alasannya jelas, untuk mencegah penuaan dini lebih efektif. Tapi apakah itu perlu ya? Toh akhirnya kulit kita akan menua secara alamiah. Sebenarnya, kalau mau jujur, popularitas berbagai produk yang diklaim anti aging ini juga memunculkan persepsi bahwa menua itu menakutkan. Sesuatu yang tidak perlu, sebenarnya. Dan kita punya hak untuk menundanya lebih lama.
Kesehatan dan keindahan kulit itu milik semua orang, segala usia dan semua gender. Apa yang dipersepsi kulit cantik atau kulit indah berubah setiap era. Sebagai contoh kulit yang tampak glowing dengan warna make up samar adalah gaya saat ini. Bandingkan misalnya tampilan kulit yang matte dengan make up warna kuat di era 50an.
Anti aging atau penuaan dini identik dengan timbulnya kerutan lebih awal dari seharusnya. Apakah sebenarnya kerutan itu? Apakah setiap orang akan mengalaminya?
Kerutan adalah bentuk kerusakan yang timbul di jaringan dermis kulit. Awet mudanya seseorang sangat tergantung pada 3 hal di dalam tubuh yaitu: Colagen, Elastin, Hyaluronic Acid. Kerusakan yang terjadi dibarengi dengan facial expression yang terjadi menerus, menjadikan kerutan timbul.
Jika dilihat melalui mikroskop, lapisan tissue kulit kita di bagian dermis yang rusak oleh panas matahari akan nampak sangat tidak teratur bentuknya. Jadi penyebab nomer satu terjadinya kerutan jelas dikarenakan Sun Damage.
Apakah kita hanya menemui 1 macam tipe kerutan yang ada di wajah?
Tentu saja tidak, ada 2 tipe kerutan yang terjadi sebagai akibat dari ekspresi wajah, yaitu:
1/ Garis Ekspresi
Yang terjadi akibat dari sun damage. Biasanya di bagian wajah tertentu dan hampir sama pada setiap orang yaitu di dahi secara horizontal dan di bagian ujung mata atau crawfeet.
2/ Lipatan Nasolabial
Lipatan yang terjadi di antara sudut mulut dan hidung. Kerutan yang terjadi akibat sun damage dinamakan Solar Rhytides. Kerutan akibat lipatan tidak hanya terjadi pada bagian hidung dan mulut, tetapi juga terjadi di pipi dan leher.
Kekenduran kulit berbanding lurus dengan berkurangnya kolagen dalam tubuh seiring pertambahan usia. Seiring bertambahnya usia, lapisan jaringan elastin berangsur-angsur mengerut karena facial expression dan gravitasi. Akumulasi kerusakan yang terjadi pada jaringan kulit menyebabkan terjadinya elastosis atau sagging. Ciri kulit yang sagging mudah dilihat. Kalau kita mencubitnya, kulit itu tidak cepat kembali ke posisi semula.
Apakah ada kaitan antara keturunan dengan terjadinya penuaan dini seseorang? Kita memang mewarisi bentuk wajah, struktur tulang, struktur otot, jenis kulit, kemungkinan kebotakan, alergi dari orang tua kita. Hal-hal di atas sedikit banyak juga akan mempengaruhi proses penuaan kulit kita. Selain itu kita juga diwarisi karakteristik kulit tertentu. Termasuk warna kulit yang merupakan pertahanan alami kita terhadap matahari.
Namun ada hal lain yang tidak bisa diabaikan adalah kebiasaan merawat kulit dan tubuh yang biasanya juga diturunkan dari orang tua kepada anak. Pada poin ini kita perlu mengubahnya jika memang tidak lagi sesuai kebutuhan atau berbeda dengan masalah kulit yang dihadapi saat ini. Pada intinya menunda penuaan itu adalah usaha merawat kulit lebih cermat agar optimal lebih lama. (f)
dr Juliana Yu, MD.H NH
House Of Skinovation
Thamrin Residence
Ruko Blok A no. 10, Jakarta10230
Tel (021) 29937500
www.skinovation.co.id
Baca Juga:
Ask The Expert: Penuaan Dini Kenapa Terjadi?
Ask The Expert : Kapan Kita Mulai Perlu Krim Malam?
Ask The Expert : Kenapa Kulit Saya Sensitif?
Topic
#asktheexpert, #askjulianayu, #julianayu, #antiaging, #kerutan, #penuaandini