Menurut Drs. Erlangga Mesdiana, M.Si., kriminolog dari FISIP UI, tiap petugas keamanan di wilayah hunian harus melakukan komunikasi intensif dengan warganya, sehingga warganya juga dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kejahatan yang terjadi. “Petugas keamanan perlu menyosialisasikan kepada warga mereka mengenai modus-modus operandi kejahatan yang mungkin terjadi kepada mereka. Sosialisasikan juga mekanisme-mekanisme pencegahan yang perlu dilakukan sehingga mereka dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kejahatan,” papar Erlangga.
Sebagai warga, kita juga perlu waspada dan peduli terhadap hal semacam ini. AKBP Dra. Yulia Hutasuhut, Kasubbid PID Bidang Humas Polda Metro Jaya menganjurkan agar kita memiliki pemahaman bahwa kita juga memiliki tanggung jawab atas keamanan dan ketertiban masyarakat. Jangan terlena mengandalkan sistem keamanan wilayah, seperti adanya petugas keamanan yang selalu patroli berkeliling kompleks, penjagaan yang ketat di gerbang kompleks, atau CCTV yang terpasang di banyak titik.
“Pelaku kejahatan akan selalu berusaha mencari celah untuk menembus sistem keamanan tersebut. Terlebih lagi, aksi perampokan di kompleks perumahan biasanya bukan aksi spontan, melainkan aksi yang sudah direncanakan melalui serangkaian observasi,” ujarnya.
Untuk itu, pastikan pintu pagar, garasi, dan pintu depan rumah Anda selalu terkunci rapat. Jika perlu, pasanglah teralis di jendela agar penjahat tidak dapat menerobos masuk melalui jendela. (f)