Dalam satu pagi, berapa tugas yang Anda tangani? Bandingkan dengan suami Anda. Dia bersiap ke kantor, sarapan, membaca koran, lalu mengantar anak sambil ia sendiri pergi ke kantor. Oh, mungkin Anda pun wanita kantoran. Jadi, di samping ribetnya tugas Anda tadi, Anda juga masih harus memikirkan urusan kantor.
Memang, bagi wanita, kesibukan rangkap mungkin hal biasa. Hal ini juga kita observasi, pelajari, berlatih tanpa sadar saat kita tumbuh dan berkembang dewasa. Kita melihat dan mencontoh apa yang ibu kita dulu juga lakukan. Ditambah dengan keluwesan yang dimiliki wanita. Perpindahan dari satu hal ke hal lain juga terjadi tanpa beban psikologis berat. Smooth… dan multi-tasking pun bukan sesuatu yang sulit bagi wanita.
Perbedaan ini bisa dibilang menguntungkan wanita. Dalam situasi dunia kerja yang kompetitif, kebijakan cost-efficiency yang diterapkan kerap membuat sebuah perusahaan lebih memilih struktur SDM yang ‘ramping’ alias terbatas jumlahnya. Ini menyebabkan beberapa bidang tugas dan tanggung jawab dipercayakan kepada satu orang saja. (f)