“Enggak ada pikiran saat itu ia akan jadi tersangka. Sewaktu mendengar berita penangkapan itu, awalnya saya tidak terlalu terkejut. Sebab, profesi Papa sebagai pengacara, memang biasa berhubungan dengan penegak hukum. Tapi begitu mendengar saat itu juga ia jadi tersangka, saya terpukul sekali,” tutur Velove, yang tidak mau melihat tayangan ayahnya menjadi tahanan di televisi.
Ia pun mencemaskan kondisi kesehatan ayahnya yang semakin hari semakin menurun. “Pada hari pertama menjenguk, berat badan Papa sudah turun hingga 7 kilogram. Itulah yang saya perjuangkan, agar Papa mendapat perawatan yang baik sambil menjalani proses hukum,” kata Velove, yang mengatakan, hal yang membuatnya miris adalah ketika ayahnya sempat diisolasi dari keluarga, dan tidak mendapatkan akses untuk pengobatannya.
Bagi wanita penyuka makanan truffle pasta ini, masalah yang datang merupakan ujian untuk melatih kesabaran. Sebab, dari sini banyak pelajaran yang dapat ia ambil. Ia justru bisa menjadi wanita yang kuat, yang mampu menghadapi masalah apa pun dalam kondisi apa pun. Sebagai artis yang selalu menjadi sorotan banyak orang, Velove berusaha tetap profesional. Ia menjalani aktivitasnya yang berkaitan dengan dunia hiburan.
Siap menjadi sorotan publik, sudah sejak lama disadari oleh Velove, ketika memutuskan untuk terjun ke dunia hiburan. Bahkan sejak awal main sinetron, ia sempat mengeluh kepada ibunya, Alfa Lolita. Velove sempat menyesal menjadi selebritas karena risi menjadi pusat perhatian.
Dukungan sang ayahlah yang membuatnya berdamai dengan keadaan itu. “Papa bilang, dalam segala hal yang dilakukan, ada risiko yang harus diterima dan ada yang harus dikorbankan,” katanya, yang jika bisa, ia akan menjenguk ayahnya setiap hari.
Di sisi lain, Velove mengungkapkan, sosoknya yang dikenal banyak orang membuatnya mudah diterima kala melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Lewat Yayasan Anak Langit, yang bergerak di bidang pendidikan khusus anak-anak putus sekolah, ia kerap datang menghibur dan memberikan motivasi kepada anak-anak kurang mampu di Kota Bitung, Sulawesi Utara.
“Sejak beberapa bulan lalu, tiap minggu saya membagikan makanan untuk anak-anak jalanan di sekitar Kota Jakarta,” katanya.
Lewat perannya sebagai brand ambassador Maybelline New York, Indonesia, ia siap menjadi sumber inspirasi. “Saya ingin mengajak wanita Indonesia untuk lebih berani berekspresi dan percaya diri dengan tampilan make up yang tepat,” katanya.
Berbagi dan menyebarkan kebaikan menjadi inspirasi para wanita lewat perannya sebagai brand ambassador produk kecantikan, pandai membagi waktu antara karier, keluarga, dan kehidupan sosial adalah prinsip yang selalu ia pegang, agar memperoleh keseimbangan hidup.
“Saya selalu menjaga agar hidup saya tetap harmoni, yang pada akhirnya memberikan saya rasa tenang dan bahagia dalam mengerjakan semua hal,” tutup wanita yang juga bercita-cita menjadi wirausaha ini. (f)
Desiyusman Mendrofa