Prinsipnya, ada tiga tahap besar dalam menanam, yakni persemaian, pemindahan tanaman, dan pemeliharaan tanaman.
Perlakuan khusus persemaian termasuk menggunakan wadah dengan lubang kecil-kecil di bagian dasarnya. Fungsi lubang ini adalah untuk mengeluarkan kelebihan air dan media tanam (tanah plus pupuk).
Anda sering melihat benih-benih unggul yang dijual dalam kemasan sachet di supermarket? Ini dia benih yangmenjadi langkah awal persemaian. Jumlah benih pun lantas disesuaikan dengan ukuran wadahnya. Cra taruhnya pun tak boleh berdesak-desakan.
Sebaiknya jangan menanam benih dua tanaman yang siap panen dalam durasi sama. Ini supaya hasi; pemetikannya tidak menumpuk. Kalau bisa, justru ditanam saling bergantian satu sama lain. “Misalkan saja, bayam dan sawi putih yang sama-sama memiliki masa tanam dua minggu, sebaiknya ditanam bergantian. Dengan begitu, Anda bisa mengutak-atik menu masakan dengan bahan yang berganti-ganti tiap harinya,” sambung Diah.
Tiap tanaman memerlukan ‘kasih sayang’ yang berbeda-beda. Ini menyangkut kebutuhan sinar matahari, suhu udara dan kelembapan, tingkat keasaman (pH) tanah, waktu pemupukan, hingga waktu penyiraman. Rajin-rajin saja bergabung dalam komunitas hijau untuk mencintai langkah sehat dan hemat ini lebih dalam lagi.(f)