Sex & Relationship
Tergoda Orang Ketiga

11 Mar 2013

Menurut psikolog keluarga, Anna Surti, S.Psi, M.Si, dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, godaan dari pihak lain bisa datang kapan saja dan tiap orang memiliki potensi berselingkuh. Namun, penyebab utama terjadinya perselingkuhan adalah fondasi pernikahan yang kurang kuat. Seperti pada contoh-contoh kasus di bawah ini.

Kasus#1                                                                                                                                                                     
Alasan selingkuh: Saya selalu merasa pasangan terlalu dingin dan tidak perhatian.

Saran:
Sebagai pasangannya, coba ingatlah, apakah pasangan memang orang yang perhatian atau tidak. Tanyakan pendapat keluarga dan teman-temannya. Komentar orang-orang terdekatnya akan menjadi ‘juri’ terbaik untuk menentukan apakah ia tipe yang perhatian atau cuek. Namun, bila Anda telah menjalin hubungan cukup lama, lihat kembali perilakunya. Jika selama 5 tahun belakangan ini dia sangat perhatian, lalu tiba-tiba berubah menjadi acuh tak acuh, bisa jadi memang ada masalah. Tapi, jangan terburu-buru menuduhnya telah berubah. Setidaknya Anda butuh waktu satu tahun untuk memperhatikan perubahan ini.

Jika dari awal Anda sudah menyadari bahwa pasangan memang  tipe orang yang acuh tak acuh, kuncinya, Anda harus lebih memahaminya. Ingatlah bahwa cara  tiap individu dalam memberikan perhatian bisa berbeda. Bagi yang bertipe cuek, sekadar lirikan mata atau pertanyaan, “Apakah uang belanja masih cukup?”saja sudah terhitung bentuk perhatian. Bisa jadi, apa yang ia anggap perhatian itu berbeda dengan bentuk perhatian versi Anda.
Saat sedang berdua, katakan saja dengan jujur perhatian yang ingin Anda terima. Misalnya, “Aku baru potong rambut, nih, gimana, makin cantik kan, Sayang?” Memang, Anda harus memancingnya lebih dulu,  tak perlu malu. Tapi, jangan menyindir, karena hal ini hanya akan memicu pertengkaran.

Kasus # 2

Alasan selingkuh: Frekuensi bertemu kami yang sangat minim membuat saya kesepian.

Saran:

Advertisement
Kasus seperti ini marak terjadi pada pasangan yang tinggal saling berjauhan. Tapi, tak jarang juga, meski tinggal seatap, rasa kesepian juga muncul  karena pasangan asyik dengan pekerjaannya sendiri. Solusinya, Anda harus kembali melihat komitmen dalam hubungan Anda. Kalau sejak awal Anda memang tak keberatan dengan kondisi tersebut, maka belajarlah menerima konsekuensinya.

Daripada terus tenggelam dalam kesepian, sibukkan diri Anda dengan kegiatan bermanfaat. Misalnya, bermain bersama anak, membuat bisnis dari rumah, atau ikut arisan. Intinya, menjalin komunikasi dengan teman. Saat ada kesempatan untuk berduaan, maksimalkan waktu yang sedikit untuk menghangatkan kembali cinta Anda. Makan malam dalam suasana yang romantis atau nonton film sepanjang malam. Saat harus berjauhan, ada banyak teknologi yang bisa Anda pakai untuk berkomunikasi. Sekali-sekali, goda ia lewat phonesex. Lewat komunikasi hangat dengan pasangan, rasa percaya diri Anda akan meningkat.

Kasus # 3
Alasan selingkuh: Saya ingin balas dendam setelah ia mengkhianati saya.

Saran:
Mengembalikan kepercayaan terhadap pasangan dan rasa percaya diri setelah dikhianati memang tak mudah. Namun, alasan balas dendam terdengar konyol, karena ini berarti masalah Anda dan pasangan belum benar-benar tuntas. Jika hal ini yang terjadi, berarti masalah utamanya kini adalah kepercayaan diri. Carilah bantuan dari penasihat perkawinan, psikolog, pemuka agama, atau orang tepercaya yang bisa membantu Anda menghilangkan rasa sakit hati tersebut. Ingatlah bahwa dalam pernikahan, ‘scoring’ itu tidak ada. Setelah badai berlalu, pasangan harus sama-sama kembali berjuang.

Kasus # 4
Alasan selingkuh: Mencari adrenalin rush yang saya rasakan saat diam-diam bertemu dengannya.

Saran:
Biasanya, alasan ‘tertantang’ ini terjadi pada pria. Namun, tak menutup kemungkinan wanita juga menginginkannya. Umumnya terjadi pada wanita karier yang punya banyak teman di luar dan sering kali tidak terpuaskan oleh suaminya. Nah, semua kembali lagi ke fondasi pernikahan dan komitmen Anda. Kalau fondasi dan komitmen Anda kuat, biasanya godaan ini akan segera berlalu. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?