Meski tak perlu seformal KPI, evaluasi sebaiknya dilakukan. ”Menuliskannya itu bagus. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan energi untuk mewujudkannya. Menuliskan semua yang Anda lakukan akan membuat Anda lebih menghargai apa yang sudah Anda capai,” kata Sylvina. Catatan itu juga akan mengingatkan hal berharga yang telah Anda lalui tahun ini, apa yang dirasa telah Anda lakukan untuk mencapai target Anda, pelajaran yang Anda dapat yang mendorong perkembangan diri Anda, dan apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki diri.
Jika Anda sudah memiliki anak buah, jangan lupa melakukan evaluasi terhadap mereka. Beri mereka apresiasi, kalau kinerja mereka bagus. Dukung dengan motivasi, jika anak buah Anda perlu dibantu. Bagaimana jika akhir tahun ini Anda menemukan banyak target yang tidak tercapai? Tak perlu merasa frustrasi. Inilah saatnya Anda melakukan retrospeksi sebelum introspeksi.
Introspeksi berarti peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan sebagainya) diri sendiri, wawas diri, sementara retrospeksi tidak bertujuan melihat kelemahan itu. Ini disetujui oleh Sylvina. ”Akhir tahun memang paling enak melakukan evaluasi ke segala hal. Sayangnya, sering kali kita hanya melihat hal-hal yang negatif, seperti kegagalan dan kekurangan pada diri kita,” katanya.
Ia mengingatkan, Anda juga harus merayakan setahun yang sudah berlalu. Meski ada target yang tidak tercapai, tapi Anda dapat belajar sesuatu, itu merupakan hal yang bagus. Pelajaran yang Anda dapat merupakan investasi dan energi untuk mencapai keberhasilan di tahun depan.