Group pressure, diakui psikolog Rima Olivia, memang bisa berpengaruh terhadap keputusan seseorang. Akan tetapi, belum tentu tiap orang otomatis akan fit in dengan kelompoknya. Ada beberapa hal yang bisa menentukan konformitas seseorang dalam sebuah kelompok.
Lebih jauh Rima menjelaskan, seseorang pada dasarnya dibentuk oleh pengalaman-pengalaman hidup dan perjumpaannya dengan banyak orang di dalam hidupnya. Ketika masih kecil, nilai-nilai yang diadopsi adalah ibunya, ketika masuk sekolah adalah nilai-nilai gurunya, dan ketika baru masuk kerja, maka seseorang akan mengadopsi nilai-nilai yang dianut oleh bos yang ia anggap memiliki kualitas pribadi yang memukau. Namun, bila ditelaah, value ini adalah hal yang krusial. Orang yang memiliki value yang sama itu cenderung menyatu, karena yang membuat mereka bisa cocok satu sama lain, ya, value itu.
Value yang dianut juga yang bisa membuat orang berkata ‘tidak’, meski ia tidak sesuai dengan arus besar di sekelilingnya. Katakanlah dalam rapat. Meski semua peserta rapat setuju dengan pendapat bos (yang sebetulnya keliru), anak buah pasti akan berani bilang ‘itu salah’, kalau memang value yang dia anut adalah kebenaran.(YOSEPTIN PRATIWI)