Menurut dr. Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, Mkes-MMR, Sex Consultant & Rehabilitation Specialist, pada dasarnya, zona erotis pria dan wanita itu hampir sama dan tersebar di seluruh tubuh. Secara umum, titik rangsang itu terdapat pada daerah bibir, kelopak mata, daerah belakang telinga, daerah leher belakang, sepanjang tulang belakang hingga bokong, puting susu, daerah sekitar anus, dan alat kelamin. Sekalipun begitu, pengaruh sentuhan pada bagian tubuh tertentu menimbulkan efek yang berlainan pada tiap orang, karena titik sensitif masing-masing orang berlainan.
Belaian untuk stimulasi seksual dapat dimulai dari elusan lembut, rabaan agak keras, hingga pijatan ringan di daerah sensitif. Sentuhan yang bersifat nonseksual bisa memicu pengeluaran hormon serotonin, yang membuat tubuh lebih semangat dan bergairah, atau hormon endorfin, yang menenangkan hati dan menimbulkan rasa bahagia. Tak heran jika sentuhan kemudian diklaim bisa menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan yang bukan disebabkan oleh infeksi. Misalnya saja, refleksi atau pijat yang bisa mengendurkan otot yang kaku, melancarkan peredaran darah, hingga melepas stres.
Efeknya yang positif bagi tubuh membuat wanita maupun pria sama-sama menyukai dan membutuhkan sentuhan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapat cukup belaian dan dekapan akan menjadi bayi yang tenang dan tidak mudah menangis. Sebaliknya, anak yang kurang mendapat pelukan dan belaian sejak kecil, cenderung akan tumbuh menjadi anak yang memiliki gangguan perkembangan emosi.
Sayangnya, sering kali timbul interpretasi yang salah akan sentuhan. Keinginan untuk dekat secara fisik atau menyentuh sering kali diartikan sebagai keinginan untuk berhubungan intim. Tidak sedikit pula pasangan yang sedang enggan berhubungan intim, menolak disentuh. Pasangan yang tertolak menganggap pasangannya sudah tidak cinta lagi dan tumbuh perasaan-perasaan negatif lainnya. Dalam hal ini, komunikasi dan kompromi menjadi penting agar kebutuhan emosi itu bisa terpenuhi tanpa terjadi salah paham dan kekecewaan.
REYNETTE FAUSTO