Sex & Relationship
Tak Ingin Bertunangan

2 Feb 2014


Tak ingin boros dalam mengelola uang, Anda tak nyaman ketika kekasih mengajak bertunangan karena akan melanjutkan kuliah ke luar negeri. Meski semua pihak setuju, Anda ingin jika langusng menikah saja ketika kekasih pulang. Tapi Anda takut menyakiti perasaan kekasih dan keluarga.

Menurut konsultan Irma Makarim, mungkin kepergiannya yang cukup lama menimbulkan kecemasan tersendiri di hati kekasih Anda. Ia takut kehilangan Anda. Mungkin ia berpikir, pertunangan akan membuat hubungan Anda berdua lebih terjamin. Namun, keputusan apa pun dalam sebuah hubungan, sepatutnya disesuaikan dengan kebutuhan dua belah pihak.
   
Bicarakan hal ini pada orang tua Anda terlebih dahulu, sehingga beliau mengerti dan mendukung keputusan Anda. Setelah itu, cari kesempatan yang tepat untuk membicarakannya pada kekasih. Jika Anda dan kekasih sudah cukup dekat,  Anda tak perlu merasa segan untuk menyampaikan  perasaan Anda bahwa Anda belum siap untuk bertunangan. Yakinkan kekasih, jika memang hubungan Anda berdua mantap dan cocok, maka tanpa ikatan pertunangan pun, Anda berdua akan berusaha menjaga hubungan itu. Namun jika memang tidak berjodoh, bisa saja hubungan akan kandas, meski Anda berdua sudah bertunangan.
   
Sesungguhnya banyak hal bisa terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Hubungan Anda berdua akan berkembang. Jarak dan waktu bisa jadi ujian untuk kematangan hubungan Anda berdua. Justru dalam keadaan tidak terikat, Anda berdua akan belajar untuk bertahan.

Advertisement
Sedangkan menurut konsultan Monty Satiadarma, pemikiran Anda sangat bijak. Ikatan batin jauh lebih kuat dari sekadar hubungan simbolis. Memang betul, jika memang tidak berjodoh, pertunangan dengan pesta yang mewah akan menjadi sia-sia. Yang Anda hadapi sekarang adalah kecemasan orang tua akan kelanjutan hubungan Anda dengan kekasih, juga kecemasan kekasih akan kehilangan Anda.
   
Para orang tua ingin menikahkan anak-anak mereka lebih karena dilandasi pemikiran bahwa anak-anak cenderung gamang bila belum memiliki ikatan. Sementara kekasih tampaknya berupaya mengikat Anda secara sosial, dengan harapan ikatan itu akan menjadi kendali dirinya terhadap Anda. Padahal, ikatan bukan jaminan bagi kelanjutan sebuah hubungan. Hubungan antarpasangan harus dilandasi ikatan kepercayaan.
   
Kesiapan Anda merupakan landasan dalam menentukan sikap. Ketidaksiapan akan menghasilkan kebimbangan. Ikatan yang dilandasi kebimbangan akan menimbulkan ketidaknyamanan. Jika Anda melakukan ikatan hanya karena desakan orang lain, Anda akan terus bimbang dan tidak nyaman.
   
Biarkan waktu menjadi alat Anda belajar dan menguji keinginan untuk terus bersama. Jika keinginan untuk bersama begitu besar, waktu dan jarak tak akan jadi masalah. Tapi jika akhirnya pupus, itu adalah kenyataan yang harus Anda hadapi bersama.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?