Reviews
Syahadat Cinta Rabi’ah Al-‘Adawiyah

21 Sep 2013

History is a ‘his story’, not ‘her story’. Sejarah, termasuk sejarah keagamaan, kerap didominasi nama kaum pria. Hal ini menimbulkan kesan seolah peran wanita ‘dihilangkan’. Padahal, barangkali sejarah akan tertulis jauh berbeda jika wanita-wanita ini tak ada.

Dalam riwayat yang dikutip Abu Thalib al-Makki dalam kitab Quth al-Qulub, Rabi’ah ditanya oleh Sufyan al-Tsawri, “Apa hakikat imanmu?” Rabi’ah menjawab, “Aku beribadah kepada Allah bukan karena takut neraka atau berharap surga seperti halnya budak yang baru bekerja setelah diancam atau dihadiahkan sesuatu. Aku beribadah kepada-Nya karena mencintai dan merindukan-Nya.”

Rabi’ah al-‘Adawiyah adalah tokoh tasawuf yang sangat populer sebagai rujukan mazhab cinta dalam agama. Penulis buku ini mengangkat Rabi’ah sebagai sosok yang ingin mengingatkan pembaca pada hakikat agama sebagai ajaran cinta kasih. Bukan sebagai alat kekuasaan dan kekerasan.

Nama Rabi’ah sendiri sayangnya kemudian redup di antara bersinarnya nama-nama tokoh pria. Penulis sendiri bahkan punya tiga hipotesis terhadap sosoknya: 1) Tokoh nyata yang tercatat dalam literatur-literatur sejarah, 2) Ia adalah sosok imajiner, 3) Ia adalah sosok historis yang kemudian menjadi tokoh mitologis.

Advertisement
‘Penyingkiran’ terhadap sosok wanita sering didasari dalih doktrin agama yang dikutip sepotong-sepotong, seperti  wanita kurang akal dan agama, atau bahwa hanya ada 4 wanita yang sempurna. Namun, dalam buku ini ditegaskan, hadis-hadis tersebut harus dipahami sesuai konteks.

Kelelakian tidak menjadi patokan bahwa mereka lebih mulia dari perempuan. Banyak wanita meraih martabat tinggi dalam agama dan dunia spiritual, seperti Maryam (ibu nabi Isa), Yukabad (ibu nabi Musa), juga Sara dan Hajar (istri nabi Ibrahim). Rabi’ah  adalah salah satu contoh wanita yang hidup setelah zaman Nabi, sekitar pertengahan abad ke-2 Hijriah atau 8 Masehi, yang juga layak menjadi panutan untuk menemukan perspektif lain dalam beragama.


LUCIA PRIANDARINI (KONTRIBUTOR - Jakarta)
FOTO: DOK. FEMINA GROUP



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?