Suami sepertinya tidak betah lama di satu kantor. Alasannya macam-macam, dari gaji kurang memuaskan, lokasi kantor yang terlalu jauh, sampai rekan kerja yang tidak menyenangkan. Memang ia tidak pernah menganggur lama, tapi tetap saja membuat hati tidak tenang.
Menurut Irma Makarim, kemampuan beradaptasi bisa jadi penilaian perusahaan. Kegemaran berpindah-pindah pekerjaan dalam waktu singkat membuat perusahaan tempat suami melamar, menilainya negatif. Secara tidak langsung ini mencerminkan sikap kerja suami yang kurang baik. Ini perlu disadari suami Anda. Beri pengertian padanya, bahwa kebiasaannya itu akan menyulitkan keluarga. Anda harus membuat suami merasakan dampak sikapnya itu pada rumah tangga.
Memang tidak mudah melakukannya. Mulailah dengan obrolan ringan tentang melambungnya harga bahan pokok, biaya pendidikan, dan sebagainya. Jadikan jawaban suami ‘jalan’ memulai menyinggung masalah keuangan yang selama ini Anda hadapi sendiri. Jaga agar obrolan tidak terkesan menyalahkan dan keluhan panjang lebar. Tetap arahkan obrolan seperti diskusi mencari solusi bersama.
Sebisa mungkin ajak ia terlibat rencana pengelolaan keuangan, termasuk untuk beberapa bulan ke depan. Dengan begitu, suami dapat melihat dan memahami kesulitan dan kekhawatiran yang selama ini Anda rasakan sendiri. Ini akan membuatnya berpikir ulang sebelum memutuskan pindah kerja.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, orang ada bermacam-macam, ada yang menyukai kemapanan, ada yang suka perubahan. Mungkin inilah suami Anda. Baginya, mapan adalah perubahan itu sendiri. Ini biasanya dimiliki mereka yang cenderung dinamis dan kreatif. Ada juga pribadi yang tidak mapan, yaitu cepat merasa frustrasi, kurang toleransi, sehingga kerap tidak dapat bertahan dalam kondisi yang kurang berkenan dalam waktu lama.
Anda harus paham, suami dan Anda termasuk golongan mana. Jika ia tipe yang suka perubahan, Anda harus lebih mempersiapkan diri mengikuti perubahan itu. Tapi, jika ia tergolong mudah frustrasi, coba lakukan pendekatan dan diskusi dengannya. Hindari sikap menyalahkan. Tunjukkan perlahan harapan Anda untuk tidak berubah terlalu cepat.
Belajarlah dari pengalaman. Dampingi suami melalui masa-masa kritisnya dengan mendengarkan keluh-kesahnya. Ia perlu teman berbagi untuk meredam frustrasi yang memicunya pindah kerja. (f)