Stroke disebabkan oleh terjadinya penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan pecahnya pembuluh darah yang menuju ke otak secara mendadak. Penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah ini bisa disebabkan oleh penyakit jantung, diabetes melitus, kolesterol tinggi, obesitas, infeksi, keturunan, dan gaya hidup tak sehat, seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, atau konsumsi obat terlarang. Selain akibat penyumbatan, stroke juga dapat diakibatkan oleh perdarahan pembuluh darah yang biasanya disebabkan karena aneurisma (kelainan pembuluh darah), tekanan darah tinggi (hipertensi), kelainan darah, dan penggunaan obat-obatan tertentu.
Gejala
Pencegahan
Untuk meminimalkan risiko terkena stroke di usia muda, dr. Yunir menyarankan untuk mengendalikan faktor risiko stroke sebanyak mungkin, seperti menghindari kebiasaan merokok, mengurangi garam dan menghindari makanan yang mengandung kolesterol jahat, mengatur pola makan dengan kalori seimbang, serta berolahraga secara teratur. Tak hanya kesehatan jasmani, stroke juga dapat dicegah dengan mengembangkan pikiran yang positif serta menghindari stres. Perasaan positif yang dimiliki seseorang dipandang dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol) yang punya andil timbulnya stroke. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan, Amerika Serikat, terhadap 7.000 orang, menunjukkan, mereka yang punya arah dalam hidupnya punya kecenderungan 70% lebih sedikit terkena stroke. (f)