Berdasarkan penelitian dr. Roy Levin M.D., ahli biomedik dan seksologi Amerika di situs WebMD.com, selain menyampaikan pesan, berisik saat bercinta atau foreplay juga mampu meningkatkan gairah untuk si pelaku maupun pendengar dan menambah kenikmatan seksual, di dunia medis hal ini dikenal dengan istilah amplifikasi hedonik. Ketika seseorang sudah sangat bergairah dan mendekati orgasme, peningkatan suara dapat terkait dengan hiperventilasi dan menimbulkan euforia maksimum.
Di kamar tidur, mayoritas wanita lebih dominan ‘berbunyi’ daripada pria. Mengapa sosok pria seperti kehabisan suara untuk mendesah nikmat? Sebagian besar pria, mengeluarkan suara saat sedang asyik, masih dianggap pamali, karena persepsi pria berisik sama juga dengan pria feminin. Kalaupun ingin menyumbang ‘nyanyian cinta’, pria kebanyakan akan menggeram (growl), karena ekspresi ini dianggapnya lebih jantan dan dominatif. (f)